Renungan Rabu tgl 20 Mei 2020
Syalom ….mejuah-juah….. selamat
pagi.
Hari yang baru…. hari yang baik
penuh sukacita.
Masmur 32:1-2
Berbahagialah orang yang diampuni
pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya
tidak diperhitungkan Tuhan, dan yang tidak berjiwa penipu!
Apakah kehidupan kita sampai saat ini sudah
bahagia? Apakah yang
membuat hidup kita berbahagia?
Pernikahan? Pekerjaan? Harta? Jabatan? Agama? Atau apa? Atau sebaliknya, Apakah yang membuat kita belum bahagia? Bagi Daud, dari pengampunan dosa akan mengalir semua unsur lain dari kebahagiaannya. Inilah yang dibutuhkan semua
orang. Tanpa pengampunan kita akan
binasa. Daud menggunakan kata pelanggaran untuk menunjukkan bahwa apa yang kita
lakukan bukanlah hal yang belum kita tahu, tetapi kita sudah tahu tetapi masih dilakukan, itulah namanya pelanggaran.
Hukuman yang seharusnya menimpa kita, berdasarkan keputusan hukum yang sudah
dibuat, dibatalkan oleh karena pengampunan. Ayat 1b: Yang
dosanya ditutupi. seperti
ketelanjangan ditutupi, supaya tidak membuat kita malu (Wahyu 3:18). Daud bukan menggunakan kata
menutup-nutupi, tetapi menutup,
sebab kalau menutup-nutupi itu, membuat seolah-olah tidak ada. Kalau menutup, artinya: Allah
memperbaharui hidup kita.
Salah satu tanda pertama rasa bersalah yang dirasakan Adam
dan Hawa adalah bahwa mereka merasa malu dengan ketelanjangannya. Kalau pada waktu mereka jatuh dalam
dosa, mereka hanya bisa menutupi sebagian dari tubuh mereka dengan daun pohon
Ara. Tapi ketika dosa diampuni,
dosa itu ditutupi oleh jubah kebenaran Kristus. Ia memperbaharui hidup mereka. Orang berdosa, sesudah
didamaikan dengan Allah,
supaya dengan demikian mereka mampu berdamai dengan dirinya
sendiri dan terhadap orang
lain. Paulus mengatakan, semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah,
seorangpun tidak. Karena itu hanya anugerah Allah saja yang mampu mengangkat
kita menjadi orang benar. Kita
telah menerima pengampunan dari Tuhan dan harus mewujudkan rasa syukur kita melalui kehidupan kita
sehari-hari.
Pengampunan dosa adalah pelanggaran yang kita lakukan, tidak diperhitungkan lagi, tidak dituduhkan dan juga tidak ditimpakan ke
atasnya lagi. Berbeda
dengan manusia, kebanyakan masih terus mengingat dan mengungkit-ungkitnya lagi. Akibatnya kita
sering sakit hati, iri hati, sombong, egois, bahkan menyimpan rasa dendam, akhirnya hati kita tidak peka lagi terhadap
kebenaran-kebenaran Tuhan. Oleh karena itu marilah kita berbalik kepada Tuhan,
sebab hanya Dia adalah sang
Hakim, Allah yang telah membenarkan kita. Dengan pengakuan dosa, berarti kita
mau menerima dan mengampuni
saudara-saudara kita dengan rendah hati. Dengan demikian kita akan mendapatkan kebahagiaan sejati, maka kebahagiaan lain akan terus mengikuti perjalanan hidup kita.
Mari berdoa:
Salam sukacita dan salam sehat. TYM.
Trmakasih Pdt Maslon Ginhing, Syaloom
BalasHapus