Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Renungan 01 Mei 2026

Gambar
  Syalom….. Renungan 01 Mei 2026. Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar”   Dalam kehidupan, ketaatan sering muncul dalam bentuk yang sederhana: tetap jujur ketika ada kesempatan untuk curang, tetap berdoa meski lelah, tetap mengampuni meski hati belum pulih, tetap melayani meski tidak diperhatikan. Masalahnya, kita sering menginginkan loncatan rohani tanpa     proses. Kita ingin dipakai Tuhan dengan luar biasa, tetapi   mengabaikan     hal-hal kecil. Kesetiaan bukan tentang intensitas sesaat, melainkan konsistensi jangka panjang. Kesetiaan dalam perkara kecil juga melatih kerendahan hati. Kita belajar untuk taat tanpa menuntut pengakuan, setia tanpa menunggu pujian. Inilah bentuk ketaatan yang murni dalam melakukan kehendak Tuhan.         Tuhan sering mempercayakan hal-hal yang lebih besar kepada mereka yang tidak pernah meremehkan tanggung jawab. Buk...

Renungan 30 April 2026

Gambar
  Syalom….. Renungan 30 April 2026. 2 Samuel 7:16 “Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”       Janji akan mencerminkan nilai kesetiaan, tanggung jawab, dan kejujuran. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering menghadapi kekecewaan karena banyak janji yang tidak ditepati.   Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian inilah kita harus bersyukur karena ada pribadi yang janjinya total berbeda dengan janji yang sering diperbuat oleh manusia, Ia adalah Allah. Allah yang kita kenal bukan seperti manusia yang sering berdusta dan ingkar janji, tapi dia adalah Allah yang setia, yang tidak pernah berdusta dan ingkar janji. Daud berniat mendirikan rumah bagi Tuhan   tetapi Tuhan menghendaki dari keturunannya   yakni Salomo. Allah berjanji akan mengokohkan kerajaan mereka dan tetap menjadi Bapa bagi segala bangsa.     Iman harus berdasar dan berakar pada janji ...

Renungan 29 April 2026

Gambar
  Syalom….. Renungan 29 April 2026. Mazmur 33:4 Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.”   Sering sekali manusia mau setia namun sejauh dapat memberi keuntungan bagi dirinya. Namun panggilan Tuhan tidak selalu menghadirkan keuntungan, sebab harus ada kesetiaan yang dijalani, tanpa hasil yang instan. Namun Tuhan selalu melihat setiap langkah orang yang setia yang mungkin tidak dilihat oleh manusia. Iman tidak diukur dari kuatnya perasaan, melainkan dari keteguhan hati untuk berdiri. Kesetiaan bukan soal emosi, tetapi komitmen. Panggilan Tuhan tidak selalu membawa ke tempat yang menyenangkan, tetapi selalu membawa ke tempat yang benar.     Kesetiaan yang berakar pada panggilan akan menolong kita memandang hidup dari sudut yang lebih dalam.   Ketika fokus     kepada Tuhan, kesetiaan tidak lagi menjadi beban, melainkan respons kasih.   Panggilan Allah memberi makna pada penderitaan dan arah pada kesa...

Renungan 28 Mei 2026

Gambar
    Syalom….. Renungan 28 April 2026. Pengkhotbah 8:8a 'Tiada seorang pun berkuasa menahan angin dan tiada seorang pun berkuasa atas hari kematian.   Kematian adalah realitas yang tidak pernah bisa diprediksi kapan terjadi   karena   ia tidak mengenal usia, status dan jenis kelamin.   Karena itu jangan pernah berkata aku masih muda, masih sehat, anak-anak masih kecil dsb.      Justru   kematian bisa datang sewaktu-waktu maka kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya,   Hidup dalam pertobatan harus dilakukan   setiap saat dan setiap hari, sebab kita tidak dapat mempertahankan hidup, apalagi memilih hari kematian.     Hanya Dia yang dapat menyelamatkan dalam hidup dan mati. Apa yang harus kita lakukan? Berjalanlah dengan rendah hati, hiduplah bergantung kepada-Nya, yakni dengan bersandar pada hikmat Allah,   Jangan menyangkal kematian dan persiapkanlah   iman untuk menghadapinya.   Jika...

Renungan 27 April 2026

Gambar
  Syalom….. Renungan 27 April 2026. Keluaran 19:5 Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.   Tiga bulan semenjak keluar dari Mesir. Periode perjalanan yang cukup mendebarkan.   Laut Teberau terbelah, dan orang Israel lewat dan mengubur prajurit Mesir.   Air pahit di Mara diubah Tuhan menjadi air manis. Manna diturunkan menjadi makanannya, dan ketika bangsa Amalek mencoba membinasakan mereka. Namun tangan Tuhan memukul kalah musuh mereka. Betapa nyata penyertaan Tuhan. Firman Tuhan: kamu telah melihat apa yang telah Ku-lakukan atas bangsa Mesir dan Amalek. Pemeliharaan-Ku atas bangsa   tetap dan tidak pernah berubah.   Maka segenap Israel berkata: segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan. . Bila berbicara harta, biasanya kita mengasosiasikannya dengan harta benda mi...

Renungan 25 April 2026

Gambar
  Syalom….. Renungan 25 April 2026 Yohanes 10;10. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah       Ada tulisan yang cukup menarik dan pasti sebagian orang mengalaminya;   AKTE LAHIR adalah kertas. IJAJAH kertas.   Surat kepemilikan rumah, mobil, harta-harta juga kertas. UANG juga kertas. Kehidupan kita layaknya hanya dikelilingi kertas-kertas. Seiring waktu berlalu, semua bisa sobek,   dibuang dan dibakar. Berapa banyak orang bersedih karena kertas-kertas itu lenyap. Banyak orang begitu berbahagia karena kertas-kertas yang dimilikinya. Tetapi ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat oleh manusia yaitu AKTE KEMATIAN-nya sendiri! Maka hidup manusia ada batasnya, yang tidak mungkin adalah menjangkau batas waktu.   Ada tiga fase hidup yang tampak dari kita. Pertama, masa puber: punya waktu dan kekuatan tetapi tidak punya “UAN...

Renungan 24 April 2026

Gambar
     Syalom…. Renungan, 24 April 2026 Hakim-hakim 6:13 Jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?     Manusia terlalu mudah mengukur kehadiran Tuhan dari kestabilan keadaan   dan selalu merasa aman saat hidup tertata baik, lalu goyah dan layu ketika semuanya terguncang oleh masallah. Tanpa sadar, kenyamanan adalah menjadi pondasi iman. Firman Tuhan mengajak kita agar dapat melihat lebih dalam dari apa yang tampak saja, tetapi lebih dari itu.   Manusia selalu cenderung menganggap keteraturan sebagai tanda Tuhan dekat, dan kekacauan sebagai bukti Dia jauh. Padahal iman menunjukkan bahwa Tuhan selalu bekerja di tengah situasi yang sulit dipahami. Disana iman dilatih untuk bertumpu pada kepercayaan, bukan pada  keadaan.   Di zaman yang bising dan tak menentu ini, banyak orang tampaknya religius tetapi sering kehilangan arah dalam membaca realitas. Iman dijalani sebagai rutinitas, sementara makna hidup, diam-diam...

Renungan 23 April 2026

Gambar
    Syalom…. Renungan, 23 April 2026 Mazmur 27:13 "Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!"   Menanti adalah sebuah pekerjaan yang mungkin tidak membutuhkan tenaga besar, tapi merupakan hal yang sulit dilakukan, sebab hal itu suatu pekerjaan yang sangat membosankan, menjemukan dan bahkan sangat menguras emosi.     Dalam kehidupan kekristenan masih banyak kita   yang tidak tahan ketika harus melewati proses menanti dengan antrian, menanti jawabanTuhan, menanti Tuhan bertindak, dsb. Ketidaksabaran dalam menanti waktu Tuhan inilah yang seringkali menjadi penghalang untuk kita melihat kuasa dan mujizat-Nya_ Karenaitu Tuhan mengingatkan "Nantikanlah Tuhan! Kuatkan, teguhkanlah hatimu.     Dalam perjalanan hidup ini menanti selalu mewarnai keseharian kita. misalnya saat berobat harus menanti giliran di ruang tunggu, di supermarket     harus menanti giliran   di kasir,   ...

Renungan 22 April 20206

Gambar
  Syalom…. Renungan, 22 April 2026 Yohanes 16:33b     Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.   Pertemuan Yesus dengan muridNya, mengalami suasana penuh dengan ketegangan, sebab bayangan perpisahan, pengkhianatan, dan penderitaan sudah semakin dekat. Kepergian Yesus membuat hati mereka menjadi campur aduk antara takut dan tidak percaya terhadap apa yang sedang dan yang akan terjadi bagi mereka. Itulah sebabnya Yesus   menenangkan hati para murid-muridNya: Aku telah mengalahkan dunia. Walaupun di dunia ini penuh penderitaan dan tekanan, namun Yesus memberikan perspektif baru, yakni ada damai sejahtera yang lahir dari kemenangan-Nya pada salip. Kuasa Allah tidak akan pernah membuat manusia menjadi penakut, tetapi menjadi seorang petarung yang tangguh dalam menghadapi setiap tantangan. _   Hidup dalam damai sejahtera     bukan berarti   hidup ini tanpa masalah, justru tetap me...

Renungan 20 April 2026

Gambar
  Syalom…. Renungan 20 April Efesus 4:13 Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus   Kedewasaan rohani atau menjadi serupa dengan Kristus terjadi bukan secara otomatis, melainkan harus melewati banyak proses yang harus dijalani dan dengan penuh kedisiplinan.   Proses itulah yang dapat mengikis dan membuang kebiasaan-kebiasaan yang buruk seperti: kemalasan, kemarahan,     keegoisan, mengandalkan diri sendiri. 1 Tim 4:7b-8,: Latilah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Jadi Iman itu semakin bertumbuh dewasa jika kita tetap mau belajar berserah dan bergantung sepenuhnya pada ketetapan dan kehendak Tuhan.   Penelitian mengatakan bahwa     membiasakan diri dengan sebuah k...

Renungan 21 April 2026

Gambar
                                                                                   Syalom…. Renungan, 21 April 2026 Amsal 19:21 “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanah yang terlaksana.   Sebelum kita melakukan segala sesuatu, selalu saja ada seribu satu rencana yang hidup dan terukir dalam benak atau pikiran kita. Langkah demi langkah diatur sedemikian rupa supaya hasilnya bisa semaksimal. Namun, perlu diperhatikan bahwa, apapun rancangan yang telah dibuat atau di hati manusia, tetapi keputusan tetaplah pada tangan Tuhan. Manusia boleh boleh saja merancangkan segala sesuatu menurut keinginannya, namun kita harus selalu melibatkan Tuhan dalam setiap rencana kita, karena apa yang kita rencanakan belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan.   S...

Renungan 18 April 2026

Gambar
  Syalom……… Renungan 18 April 2026 Kolose 3:23. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.   Ayat ini menasihatkan agar kita melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati.     Bukan dengan keluh kesah, gerutu atau persungutan, sebab   bila hal itu terjadi maka akibatnya dalam setiap tugas atau pekerjaan yang dilakukan   tidak sepenuh hati.     Yesus telah memberikan teladan bagaimana Ia melakukan sesuatu tetap dengan sepenuh hati.   Apa pun yang menjadi kehendak Bapa dikerjakanNya dengan baik meski harus melewati penderitaann yang hebat, bahkan sampai harus mati di kayu salib. Yang dinilai oleh Tuhan bukanlah aktivitas yang terlihat tetapi dari motivasi hati, yakni kepenuhan hati saat melayani, dan itulah yang berkenan bagi Tuhan.         Dalam kehidupan, jika belum dapat menghasilkan buah dari apa yang kita lakukan, bisa jadi karena melakukan...

Renungan 17 April 2026

Gambar
  Syalom……… Renungan 17 April 2026 Masmur 127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.     Sabat berarti beristirahat dengan mensyukuri cara Allah bekerja bersama umat-Nya.     Sabat berarti juga mengandung maksud yang indah dari   Allah, yakni sebuah undangan untuk menikmati hidup yang lebih utuh. Inilah kerinduan Allah, agar kita beristirahat dan mendapatkan kelegaan. Jika   kita   berbeban berat, mungkin perlu berhenti dan meminta Allah menolong kita untuk menyadari   begitu banyaknya beban dan tanggung jawab yang tidak seharusnya kita tanggung. Kita harus sadar bahwa Allah menciptakan tubuh kita dengan batasan-batasan   kegiatan fisik, seperti tidur, makan, minum,   dsb.   Dia juga merancang untuk tidur selama delapan   jam     setiap hari. Sang pemazmur m...

Renungan 16 April 2026.

Gambar
  Syalom……… Renungan 16 April 2026 Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.   Kita tidak bisa membeli atau mencapai keselamatan bila dilakukan dengan usaha manusia, karena itu adalah   anugerah dari Allah dalam Yesus Kristus.    Seperti peribahasa: Bagai benih yang tumbuh di tanah yang subur", iman kita harus terus tumbuh dan berkembang. Kasih karunia Allah telah mengubah kita menjadi ciptaan baru. Keselamatan itu dijamin selama kita tetap tinggal di dalam Kristus. Itulah sebabnya kita harus mengerjakan keselamatan dengan takut akan gentar, supaya karakter kita serupa dengan Kristus, dengan demikian kita layak menjadi warga Kerajaan Surga   Banyak manusia yang berlelah-lelah mencari kehidupan untuk mencari roti namun tidak mengenyangkan.Tuhan memanggil kita kepada keselamatan-Nya agar tetap hidup dan bekerja menerima roti dan air hidup   dengan mendengar dan melak...

Renungan 15 April 2026

Gambar
  Syalom……… Renungan 15 April 2026 Matius 6:25a. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.   Salah satu hal yang termudah untuk dilakukan menjawab tantangan adalah khawatir.     Ketika khawatir, kita sedang mencoba mengendalikan sesuatu yang sesungguhnya tidak dapat dikendalikan. Yesus berkata bahwa kita tidak seharusnya menghabiskan waktu dengan mengkhawatirkan hal-hal mendasar, karena Dia tahu apa yang kita butuhkan dan selalu menyediakannya.   Jika Tuhan saja memelihara seluruh ciptaan-Nya, maka kita   percaya bahwa Dia juga akan memelihara kita.     Jalan keluar yang Tuhan sediakan tidak dapat kita lihat jika hanya berfokus pada diri sendiri. Tapi, ketika berusaha mencari kehendak- Nya, maka Dia menunjukkan jalan keluar setiap pergumulan kita.   Takut akan sesuatu yang dihadapi, terkadang...

Renungan 14 April 2026

Gambar
  Syalom……… Renungan 14 April 2026 Yes 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? "Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau"   Pernahkah disadari bahwa mengapa kita diberi kehidupan untuk hidup di dunia ini? Terkadang sering dilupakan bahkan tidak pernah terpikir.   Tanpa disadari kehidupan yang dijalani hanya sifatnya rutinitas belaka. Sesungguhnya Tuhan punya rencana yang indah bagi hidup kita.     Harus kita tahu dan percaya bahwa Tuhan tak pernah melupakan kita. Sekalipun orang tua melupakan dan meninggalkan kita, namun sekali-kali Tuhan tidak pernah melupakan kita. Sehingga tidak ada satupun yang perlu dikuatirkan, sebab pemeliharaan-Nya sempurna bagi kita, sebab Ia menjaga dan membentengi kita. Bahkan tidak ada satupun yang bisa memisahkan kita dari kasih-Nya.   Tuhan selalu bekerja agar kehidupan seluruh isi bumi tetap berjalan   dengan baik. Saat mata...

Renungan 13 Maret 2026

Gambar
  Syalom……… Renungan 13 April 2026 Amsal 13:12 Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.     Suatu pengakuan yang jujur bahwa setriap penantian selalu melelahkan jiwa, tapi justru di sana letak potensi pertumbuhan iman yang besar. Penantian sering kali menjadi tempat pergumulan secara manusiawi, tetapi juga sebagai ruang paling mengubahkan.   Secara umum manusia selalu menghindari penderitaan, tapi Tuhan justru hadir di tengah penderitaan, bukan hanya memberi solusi, tapi mengundang kita kepada perjumpaan. Bukan hanya situasi, tapi suasana hati. Iman membantu kita melihat bahwa keterlambatan bukanlah akhir, tapi jalan untuk membuka pintu-pintu baru, bahkan saat pintu lama sudah tertutup.         Mungkin benar: Tuhan sengaja “terlambat.” Tapi, bukan karena Dia lupa, melainkan karena kasih-Nya cukup besar untuk tidak menyerahkan kita pada kepuasan instan. Dia ingin kita dibentuk, bu...

Renungan 11 April 2026

Gambar
  Syalom……… Renungan 11 April 2026 Kejadian 1 : 27 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”   Di era digital saat ini, banyak orang mengalami krisis identitas. Media sosial sering menampilkan standar kehidupan yang tampak sempurna, sehingga tanpa sadar selalu membandingkan dan tetap merasa kurang. Namun, sebagai gambar Allah, kita dipanggil untuk melihat diri sendiri melalui kacamata iman.  Menjadi gambar Allah berarti kita memiliki tanggung jawab untuk mencerminkan karakter-Nya, yakni mengasihi, berlaku adil, berkata jujur, dan hidup dalam kebenaran. Perlu hati-hati, sebab dunia saat ini sangat membutuhkan pribadi-pribadi yang memancarkan nilai-nilai Ilahi, sebab  di- tengah-tengah budaya yang berkembang sering sekali karakter individualistis selalu penuh dengan persaingan.   Dalam konteks kehidupan sekarang, di mana nilai seseorang sering diuku...

Renungan 10 April 2026

Gambar
Syalom……… Renungan 10 April 2026 Yohanes 21:17b Dan ia berkata kepada-Nya:Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya, "Peliharalah domba-domba-Ku."   Peristiwa perjumpan Petrus dengan Yesus setelah   kebangkitan-Nya,     masih memberikan ruang pertobatan atas kesalahan untuk bangkit dari pengalaman masa lalu.   Penegasan akan kasihnya kepada Tuhan,   memulihkan Petrus,   dan tentunya hal ini tidak kemudian menjadi pola rehabilitasi yang dapat diberlakukan kepada semua orang. Yesus sebagai pemimpin rohani dapat menilai kesungguhan akan pertobatan dari semua orang yang telah menjadi miliknya,   serta potensi yang   dapat diandalkan dalam pelayanan dan kepemimpinan. Dengan demikian proses rehabilitasi terjadi kepada orang yang tepat, pada saat yang tepat dan     hasilnya tentu menjadikan hidup rohani yang kuat, sebagai gembala yang baik.   Sebagai pribadi yang tela...