Renungan Jumat Tgl 03 Juli 2020


Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang baik dan menyenangkan  

         Matius 7:21
        Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan              Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.    

Mereka yang ingin masuk Kerajaan Allah, maka syaratnya adalah harus melakukan kehendak Bapa di sorga.   Berdasarkan konteks ini, kita harus mengkaitkannya dengan ‘menghasilkan buah’. Jadi dengan kata lain, melakukan kehendak Bapa berarti mengikuti semua yang Bapa inginkan, yaitu menghasilkan buah yang baik,  berarti karakter yang sesuai dengan karakter Bapa. Seseorang tidak dapat berkata bahwa dirinya melakukan kehendak Bapa jika dia tidak dapat menunjukkan ketaatannya pada kehendak Bapa. Melakukan berbagai bentuk pelayanan ditengah-tengah dunia adalah suatu kewajiban, tetapi harus melakukannya dengan menunjukkan buah karakter atas ketaatan kepada kehendak Bapa, sebab banyak nabi palsu  bisa meniru  hal spektakuler dalam kekristenan, misalnya mengadakan mujizat dan bernubuat (Mat 7:22). Mereka mungkin memanggil nama Tuhan dengan mulutnya (Mat 7:21). Persoalannya, adalah mereka tidak mungkin menyangkali hakekat hatinya yang belum mengalami pertobatan.  Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, demikian pula semak duri akan menghasilkan onak.

Dengan cara yang sama kita dapat memahami ketaatan yang dituntut Tuhan Yesus di Matius 7:21 dan 23 bukan sebagai syarat keselamatan. Sebaliknya, ketaatan merupakan bukti bahwa kita telah mengalami perubahan radikal dalam diri kita. Tidak mungkin seorang yang sudah diselamatkan di dalam Kristus akan hidup dalam dosa. Kita mungkin jatuh, tetapi tidak akan berkanjang dosa. Kita sudah diciptakan kembali dalam Kristus Yesus, sehingga kita pasti akan dan mampu melakukan perbuatan baik (Ef 2:10). Allah mengerjakan kemauan dan kemampuan dalam diri kita untuk menuruti perintah-Nya (Flp 2:12-13). Roh Kudus yang mempertobatkan kita (Yoh 16:8-11) akan senantiasa memimpin dan meneguhkan kita sebagai anak-anak Allah (Rom 8:9-16).

Melakukan kehendak Tuhan, yaitu melakukan dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap pikiran, artinya tidak peduli seberapa banyak pekerjaan, dan seberapa banyak penderitaan yang kita alami demi Tuhan, niat kita hanyalah untuk menaati Tuhan dan memuaskan Tuhan.  Bersedia mengorbankan segalanya tanpa meminta imbalan, bahkan jika kita menghadapi ujian serta kesengsaraan besar, kita juga tidak memiliki keluhan terhadap Tuhan, tidak ada pengkhianatan,  bahkan terus  setia kepada Tuhan secara mutlak, orang seperti inilah yang dikehendaki oleh Tuhan. Abraham: ketika Tuhan memintanya untuk mempersembahkan Ishak, dia dapat menaati firman Tuhan tanpa memiliki kesalahpahaman, tanpa beralasan dengan Tuhan, dia hanya mendengar dan menaati Tuhan dengan polos, melakukan apa yang Tuhan tuntut, dan dengan tulus. Tetap berjuang dalam Tuhan sebab Dialah perisaiku  saat badai hidup menerpaku, Firman-Mu didalamku, pulihkan jiwaku.   

Mari Berdoa: 
Salam sukacita dan salam sehat. TYM


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini