Renungan Selasa tgl 01 Sept 2020

 

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, kiranya terus memelihara kita hari ini.

Mari berdoa 


Filipi 3:13-14

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Paulus mengatakan bahwa dia mengerahkan segenap kekuatannya untuk terus maju dan memusatkan pikirannya, agar tidak gagal mencapai sasaran yang telah ditetapkan Kristus baginya. Dia bertekad, akan mencapai Sorga dan berhadapan muka dengan Kristus, oleh karena itu ia membabat semua gangguan yang menghadangnya, termasuk melupakan apa yang di belakang, seperti dunia kehidupan lamanya yang berdosa. Memang benar, sekali maju, teruslah maju dan jangan pernah mundur setelah bersama Yesus. Darah Yesus telah menebus kita dari cengekraman dosa dan maut.  Seperti halnya mobil memerlukan kaca spion, kehidupan baru kita yang telah melupakan masa lalu yang gelap, juga memerlukan kaca spion. Saat menghadapi Goliat, Daud berkata kepada Saul, "Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." (1 Sam 17: 37).

Kita tidak mempunyai kuasa untuk merobah masa lalu, tetapi janganlah kehidupan saat ini terus membawa beban masa lalu.  Paulus menyikapi masa lalunya dengan berpikiran bahwa jauh lebih besar hari-hari yang akan datang dari pada masa lalu .Masa lalunya sebagai penentang yang keras terhadap Yesus, memasukkan orang ke dalam penjara, menyiksa, memaksanya untuk menyangkal imannya, (Kis 26:10-11).  Namun dia menganggap masa lalu itu sebagai ampas yang tidak layak untuk dibicarakan kembali, bahkan komit untuk melupakannya. Firman Tuhan memerintahkan kita untuk menghentikan beban masa lalu dan mengarahkan hidup kepada masa depan masa yang penuh rahmat Tuhan. Hidup adalah sebuah perjalanan.  Ada jalan yang kelihatannya lurus, tapi akhirnya jalan itu menuju maut (Ams 16:25). Kerinduan Tuhan supaya kita mengarahkan hidup kepada tujuan yang benar.

Tuhan menginginkan supaya kita tidak menaruh dendam walaupun mungkin pernah diperlakukan tidak adil, dihina. Tuhan menghendaki agar masa lalu kita jangan sampai memperlambat perlombaan  untuk meraih hadiah panggilan sorgawi.  Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kol 3:13)   Seburuk apapun masa lalu kita, yakinlah maka kita pasti bisa melupakannya. Jangan seperti isteri Lot yang selalu mengingat masa lalunya sehingga ia menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam (Kej 19:26), tetapi dengan tekun berlari kepada panggilan sorgawi dan terus menerus mengalami perubahan sampai hidup menyerupai Kristus. FirmanMu ya dan amin, sumber kekuatan, Kau pengharapanku, Kau terbaik bagiku, maka kita akan menang dan dapat melewati segala goncangan badai saat ini.  

 
Mari Berdoa: 
Salam sukacita dalam perjuangan hari ini. TYM



Komentar

  1. Shaloom... selamat pagi, trmks Pdt Maslon Ginting. Tuhan Yesus memberkati.... Amin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini