Renungan Selasa Tgl 11 Agust 2020

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, kiranya terus memelihara kita hari ini.

 Mari berdoa

Kejadian 50:20

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan melakukan seperti yang terjadi suatu bangsa yang besar.

  Kehidupan Yusuf yang naik, turun, dan turun naik itu adalah merupakan langkah kehidupan dalam kendali Allah yang mempunyai rencana yang khusus dalam hidupnya. Fokus utama dalam jalan hidupnya bukanlah menjadikan dia sebagai pembesar di Mesir, tetapi kedudukannya itu dipakai oleh Allah untuk memelihara umatNya. Keluarga Yakub yang merupakan cikal bakal bangsa pilihan terpelihara dari bahaya kepunahan oleh karena bencana kelaparan. Walaupun Yusuf berhasil di Mesir, tetapi ia tahu bahwa Mesir bukanlah tanah perjanjian.  Jusuf mampu melihat rencana Tuhan bahwa setiap peristiwa atau pengalaman dikendalikan oleh Tuhan, dan tidak ada terjadi secara kebetulan. Yang penting adalah kepekaan dari Tuhan untuk menemukan dan memahami rencana Allah dalam hidup kita.

Tindakan iman Jusuf adalah adalah satu kesaksian hidup yang mampu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.  Yusuf harus banyak melewati perjalanan  yang cukup dramatis, penderitaan demi penderitaan harus ia alami sebagai akibat perbuatan jahat yang dilakukan saudara-saudaranya sendiri.  Kalau orang lain yang melakukan kejahatan mungkin kita masih bisa memakluminya, tapi tindakan ini dilakukan oleh saudara Yusuf sendiri.  Hal ini sungguh menyakitkan!  Andai kata kita berada di posisi Yusuf mungkinlah  tidak akan menerima dan akan membalas sakit hati  (dendam)  kepada mereka.  Namun hal ini tidak dilakukan Yusuf.  Ia mampu mengambil sisi positif dari setiap peristiwa kelam yang terjadi, namun hal itu tidak dilakukannya, oleh karena ia tahu bahwa oleh ketundukannya maka sesuatu yang istimewa diberikan oleh Allah.

Jika Allah yang Maha sempurna berkenan untuk mengasihi kita yang tidak sempurna ini, mengapa kita tidak dapat belajar mengampuni dan  mengasihi saudara yang mungkin pernah berbuat salah kepada kita ? Yusuf punya semangat untuk melihat dan meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi ada dalam genggaman rencana Allah. Memang ketika harapan, dan doa, sepertinya belum dijawab oleh Tuhan, terkadang kita ragu bahkan kurang percaya kepada janjiNya, justru yang dirasakan, "Kok berat banget ya Tuhan rasanya menjalani hidup bersama dengan-Mu  .Kita harus mengubah sudut pandang kita. Pernahkah membayangkan Tuhan sebagai seorang penjahit dan kita adalah sulaman-sulaman-Nya?  Kalau kita melihat sulaman itu dari bawah, tampak acak-acakan. Pandanglah dari atas, seperti Tuhan memandang sulaman indah yang sedang Dia siapkan bagi masa depan yang terbaik dan terindah selalu terjadi bagi kita.   Meskipun seribu tangan manusia, menarikmu jatuh namun Tuhan yang bela, tangan-Nya sanggup membuatmu naik ke gunung, percayalah Tuhan yang bela. 

 
Mari Berdoa: 
Salam ceria dihari yang baik. TYM

Komentar

Postingan populer dari blog ini