Renungan Senen Tgl 03 Agust. 2020

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, kiranya terus memelihara kita hari ini.

Mari berdoa: 

Masmur 31:21.  

Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

Apa yang dikatakan pemazmur  ketika pada saat-saat sulit tetapi hidup tetap aman?  Pemasmur ini dilatar-belakangi bagaimana dia berada dalam masa-masa yang sangat sulit dan tidak nyaman, sebab masih banyak orang yang mengejarnya, bahkan ada orang yang memasang jaring ingin menjebak dan menjatuhkannya.  Pemazmur yakin bahwa hidupnya hanya ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh musuh-musuhnya, bukan oleh masalahnya. bukan oleh penyakitnya.   Sehingga walau di dalam pergumulan dan kesusahan  dia tetap merasakan damai itu menguasai hidupnya. Damai sejahtera ada di dalam hatinya ketika dia bisa membuktikan bahwa hidupnya tetap dipelihara oleh Tuhan. Sama seperti Paulus pada waktu dalam penjara berkata, Bersukacitalah, sekali lagi kukatakan, bersukacitalah. Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. (Fil 4:4-5 

Hidup ini kadang seperti janda di Sarfat ( 1 Raja 17:7-24). Hidup dalam masa paceklik, punya hanya segenggam tepung dan sedikit minyak. Tepung dan minyak itu hanya terakhir untuk dimasaknya hari itu dan tidak ada lagi persediaan buat hari esok, dan dia akan mati. Dalam situasi itu Tuhan mengatakan sesuatu yang berbeda lewat Elia. Dan kita tahu apa yang kemudian terjadi, janda ini mungkin sempat berpikir, apakah lari meninggalkan nabi Tuhan atau melakukan apa yang dia minta, mengolah tepung dan minyak ini menjadi roti untuk dimakannya? Situasi sulit membuat kita harus memilih tetap setia, tetap melayani Tuhan, atau lari? Apa yang terjadi ketika janda ini memilih untk melayani Tuhan, memberikan makan kepada nabi Tuhan, apa yang kemudian Tuhan lakukan? Mereka bisa melewati masa paceklik dengan tepung dan minyak yang terus ada, karena Tuhanlah yang memeliharanya.

Bersyukur dan melayani adalah dua sikap yang tidak terpisahkan. Bersyukur adalah konfesi iman, dan melayani adalah buktinya. Hanya dengan bersyukur dan tetap melayani Tuhan maka hati kita akan terpelihara.   Banyak orang percaya berpikir masalahnya terlalu banyak, maka persoalannya dulu, atau pekerjaannya dulu, dan pasti meninggalkan pelayanan. Lari dari Tuhan  bukanlah jalan keluar, tetapi dekat dengan Tuhan, bersyukur dan tetap melayani dengan apa yang bisa kita lakukan  itulah cara yang Tuhan dikehendaki dari kita.  Kadang hidup sudah sampai di ujung, tinggal selangkah lagi, kita menjadi sangat lelah dan berhenti, padahal Tuhan mau kita bertahan. Dengan iman maka kita mampu mempercayakan hidup atas pemeliharaanNya sebab kita tahu, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan apalagi membiarkan kita selalu ada di dalam kesulitan dan penderitaan.  Masalahnya adalah ada waktunya Tuhan memberikan kelepasan dalam hidup kita. Sebab Tuhan Yesus setia, Dia sahabat kita,, dalam sgala susahku,, selalu menghiburku. 


 
Mari Berdoa: 
Tuhan Yesus baik dan kasih setiaNya selalu baru tiap hari. TYM

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini