Renungan Rabu tgl 16 Sept 2020
Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus, Marilah berdoa.
Mas 111 4-5
Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang. Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.
Kita sering mendengar kesaksian orang yang menyatakan bahwa Tuhan itu baik. Benarkah Tuhan itu baik? Saudara, masih ada orang percaya yang belum merasakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya, bahkan ada juga orang percaya yang menerima kebaikan akan tetapi kurang bersyukur kepada Tuhan. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita melihat bagaimana pemazmur adalah orang yang sungguh-sungguh merasakan kebaikan Tuhan, dan tetap bersyukur dengan segenap hati oleh karena perbuatanNya yang besar, keadilanNya, kasih sayangNya dan berkat-berkatNya kepada kita. Maka pujian dan doa kita saat itu adalah supaya apa yang telah diperbuat Allah pada kehidupan umatNya pada masa yang lampau begitu jugalah perbuatan Tuhan untuk hari-hari yang akan datang. Itulah yang disyukuri oleh pemazmur, sebab Tuhan telah berbuat dfengan berbagai kebaikan dan menyertai umatNya disetiap perjalanan kehidupan mereka.
Felix Baumgartner, pemegang rekor dunia terjun bebas dari Austria, dijuluki “manusia tanpa rasa takut”. Namun, benarkah seperti itu? Ternyata justru rasa takutlah yang berperan besar dalam kesuksesannya melakukan berbagai aksi menantang maut. Rasa takut menjadi teman seperjalanannya selama mempersiapkan diri melakukan terjun bebas. Baginya, rasa takut itulah yang membuatnya ekstra hati-hati dan memperhitungkan segala situasi dengan cermat, dan ia berkata, “Saya tahu apa saja konsekuensinya jika ada yang salah. Rasa takut dapat diibaratkan sebagai alarm yang Tuhan tanamkan dalam diri manusia. Dengan adanya rasa takut, manusia diharapkan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya atau orang lain. Takut akan Tuhan lahir dari dorongan untuk menghormati Tuhan, suatu rasa takut yang memungkinkan seseorang berpikir untuk melakukan hal-hal yang selaras dengan perintah-Nya.
Menjalani perjalanan waktu kita di dunia
ini, “Masa lalu – masa sekarang – masa yang akan datang” akan selalu mengiringi
langkah kehidupan kita. Apa yang telah terjadi tidak akan bisa di ubah karena
sudah berlalu, namun bukan berarti kita tidak bisa melihat kembali ke belakang.
Sebab jika kita mau kembali melihat kebelakang untuk pembelajaran menghadapi
masa yang akan datang. Jika kita melihat
kebelakang apa yang telah kita lalui, jika kita dapat mengatakan bahwa Tuhan
telah berbuat menyelamatkan hidup kita dengan segala perbuatanNya yang ajaib,
maka untuk masa yang akan datang pun tetap Allah ada menjadi penyelamat dengan
kuasaNya yang besar. Menjalani hari-hari kehidupan kita di dunia ini, tetaplah
diundang Tuhan untuk tetap turut campur tangan atas apapun yang kita jalani. Mari
kita tetap menggumuli Firman Tuhan dalam setiap apapun yang terjadi sebab: Kau
s’lalu punya cara untuk menolongku Kau s’lalu punya jalan keajaibanMu, Kau
dahsyat dalam segala perbuatanMu dan ku tenang di dalam caraMu.
Shaloom... selamat pagi.., tetimakaaih Renungan gai ini paknPdt Maslon Ginting.YBU
BalasHapus