Renungan Rabu Tgl 23 Sept 2020

 

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus, Marilah berdoa

 

1 Korintus 6:20,

“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas di bayar.”Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kristus mati bukan untuk menyelamatkan sebagian dari seorang manusia, melainkan   secara utuh, tubuh dan jiwa.   Oleh karena itu tubuh seorang manusia bukanlah milik manusia itu sendiri untuk melakukan apa saja yang ia inginkan; tubuh itu milik Kristus dan ia harus menggunakannya, bukan untuk kepuasan nafsu-nafsunnya sendiri, melainkan untuk kemuliaan Kristus. Pada waktuitu makanan dan seksual dua hal yang paling tinggi mendominasi urusan fisik tubuh, dan itulah sebabnya Paulus menyajikan suatu kontras filsafat kenikmatan dengan prinsip-printip hidup dalam etika KristenOrang yang menikmati Tuhan adalah orang yang dapat memuliakan Tuhan dengan benar. Bagaimanakah seorang dapat memuliakan Tuhan jika ia tidak pernah merasakan berkat dan kasih Tuhan atas dirinya? Yang memuliakan Tuhan akan mengalami kenikmatan dan yang mengalami kenikmatan akan terus terdorong untuk memuliakan Tuhan

   Ketika seseorang menerima Kristus, ia melepaskan hal pribadi atas tubuhnya dan mengambil tanggung jawab atas kesehatan dan vitalitas bersama Allah secara keseluruhan. Tindakan penebusan Kristus menghasilkan pendamaian antara Allah Bapa dengan kita.   Jelas, di dalam keselamatan yang kita peroleh tidak ada sedikitpun kontribusi ataupun jasa kita, tetapi semata-mata oleh karena  karya pengorbanan-Nya di kayu salib.  Allah menebus kita bukan dengan barang yang fana, tetapi dengan darah yang mahal, yaitu darah Tuhan kita Yesus Kristus. Oleh karena itulah, Rasul Paulus menentang dengan keras segala perbuatan dosa susila yang telah mengikat kita dan menyengsarakan kita. Kita yang sudah ditebus dengan harga darah Tuhan Yesus sendiri harus memuliakan Allah, melalui seluruh keberadaan kita.

Tidak ada sesuatu pun di dunia ini adalah buatan manusia itu sendiri. Seorang Kristen adalah seorang manusia yang tidak berpikir tentang hak-haknya melainkan tentang hutang-hutangnya. Dia tidak akan dapat melakukan sesuatu sesuka hatinya, karena dia tidak pernah memiliki dirinya sendiri; dia harus selalu melakukan apa yang Kristus inginkan, karena Kristus telah membelinya dengan nyawa-Nya sendiri. Tiada kata yang dapat melukiskan betapa besarnya kasih Allah kepada kita. Itulah satu-satunya alasan mengapa kita harus bersungguh hati mengasihi dengan melayani-Nya. Karena itu, muliakanlah Allah dengan tubuh kita atas penebusan yang telah kita terima. Biarlah kita memakai tubuh kita ini untuk memuliakan nama Tuhan, supaya melalui tubuh kita, nama Tuhan dipuji dan ditinggikan. Roma 6:18 menuliskan, "Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran." Itu artinya kita wajib menghambakan diri pada kebenaran yang sesuai dengan Alkitab. Apakah kita sudah menjadi hamba kebenaran dalam setiap keadaan? Atau, kita masih sering tergoda untuk menyewakan diri kepada dunia ini? Saudara, mari memuliakan Tuhan dengan seluruh hidup, termasuk tubuh kita setiap saat, bukan hanya dalam jam-jam ibadah.   

Mari Berdoa: 
Selamat bersaksi dan melayani.TYM.

 

Komentar

  1. Kami slalu mengharapkan renungan motivasi pendewasaan iman,
    Agar kasih Kristus slalu bertumbuh dalam diri kami.
    Bujur ras mejuah-juah.
    Tym... 🙏🙏🙏

    BalasHapus
  2. Syaloom.. trimakasih pak Pdt Maslon Ginting.Tuhan Yesus memberkati.. Amin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini