Renungan Jumat, 02 Okt 2020
Mejuah-juah dan selamat pagi, kasih Yesus tetap menyertai kita semuanya. Mari kita berdoa:
Keluaran 23:25-26
Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. Tidak akan ada di negerimu perempuan yang keguguran atau mandul. Aku akan menggenapkan tahun umurmu
Beribadah kepada Tuhan, Allah yang dikenal oleh Israel, yaitu Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub, adalah suatu keharusan bagi umat. Di mana pun mereka tinggal atau hidup bersama dengan orang (bangsa) lain, tetapi mereka harus ingat untuk taat dan setia: beribadah kepada Tuhan. Pertanyaan: Apa hubungannya beribadah dan kesehatan? Yang setia beribadah saja bisa sakit kok!" Benar, orang yang rajin ke gereja juga bisa sakit. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, secara singkat kita harus dapat membedakan mana sakit yang berasal dari si jahat (Iblis), mana sakit karena ujian Tuhan, mana sakit karena kesalahan sendiri, dan mana sakit karena memang sudah saatnya (wajar karena usia kita). Kita harus sadar bahwa ketika melakukan perintahNya, maka Tuhan akan melindungi kita dari sakit penyakit. Menjadi orang percaya bukan berarti kita tidak pernah sakit, tetapi Tuhan akan menjauhkan penyakit yang bukan dari Tuhan dan terus memelihara dan menguatkan kehidupan kita.
Johanes Calvin yang dikenal dengan ‘Calvinisme’ memiliki paham, “Sekali Selamat Tetap Selamat Ada dua hal dari paham ini yaitu tentang hukum dan pertobatan. “Pertobatan bukan hanya permulaan kehidupan tetapi itulah gaya hidup Kristiani yang sebenarnya.” Pertobatan bukan hanya pada waktu kita mengalami kelahiran baru, yaitu bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus lalu selesai, tetapi justru pertobatan adalah gaya hidup kita setiap hari dan setiap saat terus koreksi diri. Mengutamakan Tuhan dalam kehidupan, berarti taat dan setia beribadah hanya kepada Tuhan saja. Ketika hal itu tidak dilakukan maka ada hukum yang berlaku atas kehidupan kita yakni hukuman mati kekal.( neraka). Jadi percaya kepada Allah bukan berarti semuanya beres dan aman, justru kita semakin diasah, dibentuk dan semakin diperlengkapi sampai menyerupai karakter Kristus.
Semuanya kita pasti ingin hidup sehat,
tidak sakit, dan panjang umur, hal itu wajar-wajar saja. Semua orang pasti
mengalami segala keadaan hidup dan ketika penyakit itu datang pasti
menyulitkan, membutuhkan waktu, usaha, biaya dan perjuangan. Tetapi dengan melakukan ibadah secara benar, maka
sumber-sumber berkat dibukakan, bahkan Allah memerintahkan agar berkat-berkat
lainnya mengikuti perjalanan hidup kita. Meskipun demikian bukan berarti selalu
ada jalan pintas, atau jalan pendek, justrus kita harus bertanggung jawab untuk mengelola semua berkat-berkat
Allah dengan cara yang benar termasuk tubuh kita maka Ia akan mempercayakan
berkat semakin besar lagi. Beribadah adalah
kewajiban, bukan saja ketika hati merasa nyaman, bukan dengan terpaksa, tetapi
dengan hati penuh syukur barulah memberi
keuntungan yang besar (1Tim. 6:6). Karena itu, beribadahlah dengan benar dalam
persekutuan setiap hari, maka Ia akan memberkati sehingga kita beroleh kesembuhan
dan sukacita. Tetaplah kuat dan tetap sehat oleh kuasa dan karya
pemeliharaanNya.
Syaloom.. terimakaaih renungannya pak Pdt Maslon Ginting
BalasHapus