Renungan tgl 05 September 2023

 Ayub 42:5 

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”

     Ayub orang yang saleh, jujur, dan menjauhi kejahatan. Ia selalu setia mempersembahkan kurban kepada Allah. Walau bencana menghantamnya bertubi-tubi segala hartanya lenyap dalam hitungan menit, sepuluh anaknya meninggal, tubuhnya dijangkiti penyakit, istrinya merongrong imannya, para sahabat menyalahkannya tapi ia tetap teguh.  Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Ia sadar  bahwa dia telah mengeluarkan perkataan yang keliru dan Ayub pun mencabut semuanya di hadapaan Allah  dengan duduk merendahkan diri dalam penyesalan. Akhirnya Ayub memiliki suatu pengalaman baru  dengan Tuhan, bukan lagi melalui apa kata orang melainkan matanya sendiri memandang Tuhan, suatu pengalaman yang berharga dalam sejarah hidupannya. 

Pengalaman pribadi dari pahit menjadi manis, adalah suatu hal yang mahal harganya, sebab sukacita  dari Allah, dunia tidak dapat berikan. Suatu pengalaman yang baru hanya kita dapatkan di saat berjalan di dalam pimpinan-Nya, disaat sekeliling kita semakin egois dan kejam, saat orang tidak mau menerima keterbatasan kita, saat berada dalam lembah kelam, namun kita bersyukur sebab tetap merasakan penyertaan Gembala Agung, sebab Ia setia memelihara dan memberi curahan berkat kasihNya, serta menuntunnya ke padang rumput yang hijau, dan aliran air yang tenang. Walau badai hidup saat ini harus kita lalui, janganlah menyerah sebab Tuhan sedang membentuk kita bagai emas yang murni. Katakan: Bapa ajarku mengerti sebuah kasih yang selalu memberi, bagai air mengalir yang tiada  pernah berhenti.  Selamat menikmati berkat Tuhan hari ini.   


Akhiri dengan doa 
Salam sehat TYM. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini