Renungan 09 Pebruari 2026
Tgl 09 Pebruari 2026.
Mazmur
147
“Megahkanlah
Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!”
Di zaman ketika
segala sesuatu bergerak cepat dan makna mudah bergeser, rasa aman menjadi
sesuatu yang rapuh. Kita membangun perlindungan melalui sistem, informasi, dan
kontrol, namun kegelisahan tetap terjadi. Pujian kepada Allah harus lahir dari kesadaran bahwa
keamanan sejati tidak berasal dari apa yang dibangun,
melainkan dari siapa yang menjaga kita. Pemazmur berbicara tentang palang pintu
gerbang yang dikokohkan oleh Tuhan. Israel disebut istimewa
bukan karena kekuatan militernya, tetapi karena ketetapan abadi dari Tuhan
Mari
berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: “sejauh mana Firman Tuhan
sungguh kita izinkan menuntun langkah hari ini?” Bukan hanya kita simpan dalam
ingatan, bukan hanya kita ucapkan dengan bibir, tetapi dihidupi dalam
keputusan-keputusan kecil. Di tengah badai kehidupan, ketaatan tidak
membelenggu, melainkan memelihara. Firman Tuhan menjadi benteng yang tidak
selalu tampak, namun setia menjagajiwa. Sehingga kita tidak sekadar
bertahan, tetapi mampu menjadi pribadi yang utuh dan setia berjalan
bersama Tuhan menanti sukacita.
Komentar
Posting Komentar