Renungan 11 Maret 2026

 

 

Syalom………

Tgl 11 Maret  2026.

Amsal 10:19

Dalam banyaknya perkataan tidak ada luput dari dosa: tetapi orang yang menahan bibirnya adalah bijaksana.

 

 Orang bijak merenung dengan tenang setelah banyak bicara, karena ia mengingat peringatan serius dari setiap ucapannya. Tuhan menyuruh kita agar  hidup dengan bijaksana yaitu cepat dalam mendengar, tetapi lambat untuk berbicara ( Yak 1:19 ). Jika kita menekankan hal dalam mendengarkan  maka kita akan memiliki sedikit waktu untuk berbicara. Jika  kita lambat dan enggan untuk berbicara, maka kita akan memiliki roh yang mulia.    Pertimbangkanlah setiap kata-kata dengan bijak sebelum berbicara, daripada menyesalinya setelah terucap. Sekalipun tidak terlalu pintar, jika dapat mengurangi kata-kata, maka orang di sekitar kita akan  memastikan bahwa kita adalah orang bijak.

 

Tuhan tidak melarang untuk berbicara. Kalau dilarang untuk apa Tuhan menciptakan mulut dan lidah? Raja Salomo menasehatkan agar kita berhati hati dalam berkata-kata. Marilah belajar untuk cepat mendengar dan lambat untuk berbicara, karena kita belajar untuk berkata-kata menjadi berkat, sehingga saat menyampaikan kata, ucapan itu penuh dengan kebijaksanaan, menyenangkan seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang tulang. Meskipun ada waktu untuk berdiam diri dan ada waktu untuk berbicara, tapi memilih untuk mengekang lidah akan memampukan kita lebih siap mendengar dan itulah kekayaan dari hikmad.   Cobalah… 


Tuhan Yesus Memberkati. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini