Renungan 04 April 2026

  

Renungan, 04 April 2026

1 Korintus 15:4

Bahwa Ia telah dikuburkan dan bahwa Ia telah bangkit pada hari ketiga menurut Kitab Suci.

 

Yesus adalah pemimpin yang dihukum, Raja raja orang Yahudi. Ternyata setelah Yesus mati, siapa pun yang mau menunjukkan hubungan yang baik dengan Yesus kemungkinan akan ditangkap bahkan dihukum mati oleh Kaisar.  Namun Yusuf dan Nikodemus mau mempertaruhkan segalanya, demi Yesus. Nikodemus membawa campuran mur  yang berisi zat resin yang lengket, agak mirip ter pinus. Dan mereka memperlakukannya mayat Yesus dengan sangat hormat. Mereka membungkusnya seperti raja, pemimpin yang berkuasa dan kaya, dan mereka akan menghujani Yesus dengan 75 pon zat ini, dan perempuan-perempuan membawa rempah-rempah. Itu seperti tebusan raja.

 

   Firman Tuhan selalu menyoroti   wujud kasih, yakni kesanggupan untuk tidak mencari keuntungan diri sendiri dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Mengapa ini penting? Karena dalam kehidupan nyata, manusia cenderung terpaku pada kepentingan diri  yang jadi utama, ingin dianggap benar, ingin kelihatan hebat, serta ingin dipuja. Kita perlu terus belajar mengutamakan kasih Allah  yakni dengan tidak mencari keuntungan pribadi. Inilah ciri kasih agape.  Apa yang dapat kita lakukan untuk pekerjaan Tuhan, lakukan dengan iman. Mari, kita membuka diri terhadap karya Roh Kudus sehingga melalui hidup kita, kasih-Nya tampak nyata. Walaupun Yesus relah mati, tetapi maut tidak mampu melawannya, Yesus tetap jadi raja menjadi raja yang hidup. 

Tuhan Yesus Memberkati. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini