Postingan

Renungan 10 April 2026

Gambar
Syalom……… Renungan 10 April 2026 Yohanes 21:17b Dan ia berkata kepada-Nya:Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya, "Peliharalah domba-domba-Ku."   Peristiwa perjumpan Petrus dengan Yesus setelah   kebangkitan-Nya,     masih memberikan ruang pertobatan atas kesalahan untuk bangkit dari pengalaman masa lalu.   Penegasan akan kasihnya kepada Tuhan,   memulihkan Petrus,   dan tentunya hal ini tidak kemudian menjadi pola rehabilitasi yang dapat diberlakukan kepada semua orang. Yesus sebagai pemimpin rohani dapat menilai kesungguhan akan pertobatan dari semua orang yang telah menjadi miliknya,   serta potensi yang   dapat diandalkan dalam pelayanan dan kepemimpinan. Dengan demikian proses rehabilitasi terjadi kepada orang yang tepat, pada saat yang tepat dan     hasilnya tentu menjadikan hidup rohani yang kuat, sebagai gembala yang baik.   Sebagai pribadi yang tela...

Renungan 09 April 2026

Gambar
Syalom……… Renungan 09 April 2026 1 Petrus 4:8 Yang terutama: Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.    Mungkin saat ini kita sedang merasakan kegagalan, gagal dalam komitmen, gagal dalam mengasihi,  atau melayani Tuhan. Jangan pernah menghindar atau lari dari jalan Tuhan. Sebaliknya mari mendekat kepada-Nya dengan jujur dan hancur hati, izinkan kasih-Nya menjamah dan memulihkan kita. Kegagalan bukan hanya sebuah kata, melainkan sebuah fakta yang  dialami oleh semua orang secara langsung. Hampir tidak ada orang yang tidak pernah gagal. Namun dibalik kegagalan jadikanlah sebagai pembelajaran serta cambuk yang memotivasinya untuk berproses sehingga mengalami kemajuan.   Kasih bukan hanya sekadar perasaan, tetapi sebuah tindakan yang nyata dalam relasi kita dengan sesama. Kasih yang sungguh-sungguh mencerminkan karakter Kristus, yang mengasihi tanpa syarat. Masih banyak orang percaya, jika terjadi k...

Renungan 08 April 2026

Gambar
  Syalom……… Renungan 08 April 2026 Masmur 31:24 “Jadi, kuatkanlah hatimu dan beranilah, hai kamu sekalian yang menaruh harapanmu kepada TUHAN!”       Daud telah beralih dari kesusahan dan ketakutan menuju kepercayaan, rasa syukur, dan kini hidupnya dapat dibangun kembali oleh imannya. Daud   memperlihatkan kepada seluruh umatNya, bagaimana   besarnya kasih dan berkat Tuhan bagi setiap orang yang setia dalam iman.   Jika kita setia   bahkan tetap setia kepada-Nya, maka Tuhan   selalu dapat menjadi pelindung dalam setiap langkah kehidupan kita. Tetapi bagi orang-orang yang sombong,   yaitu orang yang hanya mengandalkan diri sendiri   ia akan menghadapi konsekuensi yang buruk. Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan   Dia hanya berbelas kasih   kepada mereka yang mencari Dia.     Ketika kita menaruh pengharapan   kepada Tuhan,   maka apapun dan bagaimanapun situasi   yang dihadapi, dengan pe...

Renungan 07 April 2026

Gambar
  Syalom……… Tgl 07 April   2026 Amsal 25 :4 Singkirkan kotoran dari perak, maka hasilnya bahan bagi pengrajin perak .   Dalam dunia metalurgi, kotoran hasil oksidasi yang melekat pada logam, jika tidak disingkirkan, akan menyebabkan logam menjadi rapuh dan mudah patah. Jadi proses pemurnian bukan sekadar memperindah logam, tetapi memastikan bahwa logam itu cukup kuat dalam menghadapi tekanan. Amsal menggunakan gambaran ini sebagai analogi sosial. Ketika lingkaran kekuasaan dikelilingi oleh penjilat, atau   sekedar mengejar kepentingan pribadi, keputusan yang dihasilkan akan penuh distorsi. Maka keadilan harus berfungsi sebagai proses filtrasi: membersihkan akses kekuasaan agar keputusan yang diambil benar-benar melayani bagi kebaikan banyak orang .       Sebuah takhta atau sistem apa pun yang memegang kekuasaan, hanya akan kokoh ketika dibangun di atas kebenaran. Maka, hari ini kita diundang untuk berefleksi lebih dalam, bahwa hidup yang ...

Renungan 06 April 2026

Gambar
  Syalom……… Tgl 06 April   2026 Amsal 24: Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.     Orang baik dan benar   sekali pun tidak pernah kebal terhadap kegagalan. Ia bisa jatuh, bahkan berulang kali.     Ia pasti   bangkit kembali, sebab orang benar tidak pernah menjadikan kegagalan dirinya ataupun orang lain sebagai sumber kepuasan. Ia sadar bahwa hidup manusia sangatlah rapuh. Kesadaran ini melahirkan kerendahan hati dan belas kasih, bukan ejekan atau sorakan. Setiap orang dapat tersandung, namun selalu ada kesempatan untuk bangkit dan melanjutkan langkah dengan pengharapan yang baru. Pada saat yang sama, kita diajak menjaga hati dan berempati ketika melihat orang lain saat terjatuh.   Kegagalan bukan akhir segalanya, tetapi permulaan dari hal baru yang lebih baik daripada yang kita jalani sebelumnya.  Karena itu  meratapi dan menyesali kesalahan   ak...

Renungan 04 April 2026

Gambar
    Renungan, 04 April 2026 1 Korintus 15:4 Bahwa Ia telah dikuburkan dan bahwa Ia telah bangkit pada hari ketiga menurut Kitab Suci.   Yesus adalah pemimpin yang dihukum, Raja raja orang Yahudi. Ternyata setelah Yesus mati, siapa pun yang mau menunjukkan hubungan yang baik dengan Yesus kemungkinan akan ditangkap bahkan dihukum mati oleh Kaisar.  Namun Yusuf dan Nikodemus mau mempertaruhkan segalanya, demi Yesus. Nikodemus membawa campuran mur  yang berisi zat resin yang lengket, agak mirip ter pinus. Dan mereka memperlakukannya mayat Yesus dengan sangat hormat. Mereka membungkusnya seperti raja, pemimpin yang berkuasa dan kaya, dan mereka akan menghujani Yesus dengan 75 pon zat ini, dan perempuan-perempuan membawa rempah-rempah. Itu seperti tebusan raja.      Firman Tuhan selalu menyoroti   wujud kasih, yakni kesanggupan untuk tidak mencari keuntungan diri sendiri dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Mengapa ini...

Renungan 03 April 2026

Gambar
  Renungan, 03 April 2026 Yohanes 19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.     Yesus sekarang harus memikul salib-Nya dan membawanya ke tempat eksekusi, yang dikenal   Golgota, atau bukit Tengkorak.     Para tahanan diarak melalui jalan-jalan dengan tujuan yang sama, yaitu untuk mempertontonkan kekuasaan dan kekuatan Roma. Pada titik ini, Yesus pasti sangat kelelahan,     berlumuran darah, dan hampir kehabisan tenaga. Ia     membawa salib yang tingginya sekitar delapan hingga sembilan kaki. Ia harus membawanya sekitar 3/4 mil atau kira-kira   30 menit untuk mencapai tempat penyaliban di lereng bukit. Rasa sakit dan berat salib pasti membuat perjalanan itu sangat sulit. Namun Yesus tidak pernah mengeluh, tetapi tetap tunduk pada jalan Allah.   Seperti Yesus, kita juga harus tetap fokus pada perjalanan dan iman. Musim akan datang dan musim a...