Renungan Jumat 24 April 2020


Syalom ….mejuah-juah….. selamat pagi.  
Hari yang baru…. hari yang penuh damai sejahtera.

Masmur 32:8-9
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau
 
        Mungkin timbul  rasa iba dalam hati ketika melihat seekor kuda yang dikekang dan diberi tali les melalui mulutnya. Tetapi, itulah jalan satu-satunya untuk mengendalikan kuda agar jalannya tetap lurus dan taat kepada tuannya. Demikian juga dengan kita, Tuhan akan memimpin dan menunjukkan arah jalan yang harus kita tempuh, maka melalui Roh Kudus, Tuhan selalu berbicara dengan lembut dan penuh kasih untuk menasihati, menegur dan mengingatkan kita agar tidak melenceng dan keluar dari jalur-Nya. Dalam keadaan ini yang sangat dibutuhkan adalah kepekaan hati seperti kuda tadi.

         Memang, dalam perjalanan hidup,  kita seringkali berlaku seperti kuda yang terkadang bersifat garang, liar, suka memberontak dan ingin melepaskan diri, sebab kita ingin bebas, tidak terkekang apalagi dibatasi. Saat itulah Tuhan terpaksa berlaku keras, agar kita tidak semakin terjerumus ke jalan yang sesat. "Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu." (Maz 32:8). Kemanapun, bagaimanapun keadaan kita, sebenarnya kita tidak dapat lari dari pengawasan dari Tuhan, sebab Tuhan memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia, dari tempat kediaman-Nya.  
  
        Apabila jalan yang kita tempuh terasa mulus seringkali kita lupa diri dan merasa mampu tanpa  bergantung kepada Tuhan. (itulah awal kejatuhan manusia). Karena itu, kita harus percayakan atas keadaan yang diijinkan Tuhan terjadi, sebab semuanya adalah anugerah dan berkat bila kita mau berserah padaNya" jangan hanya diam, tapi mari kita tangkap peluang-peluang yang bisa membuat kita berguna. Sebab Dia hiasi hidup dengan kemurahanNya, dan merancang masa depan penuh pengharapan, karena kita ada dan hidup hari ini semua berkat kemurahan Tuhan, sebab Tuhan sangat baik. 

Mari berdoa: 
Salam damai dan sukacita. TYM

Komentar

Postingan populer dari blog ini