Renungan Jumat Tgl 08 Mei 2020

Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari-hari yang penuh sukacita   

Pilipi 2:1-2
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh   ada kasih mesra dan belas kasihan,   karena itu sempurnakanlah  sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir,   dalam satu kasih, satu jiwa,   satu tujuan.

Menjalani kehidupan bersama-sama dengan orang lain pastilah diwarnai berbagai perbedaan, dan dengan perbedaan ini dapat memperkaya kita untuk dapat bertumbuh bersama . Namun tidak sedikit juga melalui kebersamaan bisa juga mendatangkan perpecahan yang mengakibatkan terjadinya permusuhan. Karena itulah, Paulus  memberikan nasehat untuk tetap hidup dalam sukacita dan memegang teguh imannya kepada Tuhan Yesus di tengah-tengah tantangan dan pergumulan yang sedang dihadapi jemaat. Memberi sukacita berarti tidak hanya melihat perkembangan Injil secara kuatintas (Jumlah orang percaya) tetapi juga perkembangan Injil secara kualitas (iman yang berbuah/ dan memberi dampak).  

Yang sangat mendasar adalah adanya pembaharuan dalam diri melalui suatu perubahan metabolis yang di dalamnya hidup dan kuasa Kristus yang diinfuskan ke dalam diri kita. Proses inilah yang membuat pikiran kita mampu  terus diperbarui, sehingga mau belajar hidup dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Dengan kasih dari Yesus kita dapat mengasihi setiap orang, tanpa kecuali, termasuk yang membenci kita, atau mereka yang memiliki cara pandang berbeda dengan kita.  Pada waktu mengasihi, kita sedang membawa orang ke dalam kesatuan tubuh Kristus dengan satu tujuan, yaitu hidup bagi kemulian Tuhan.   

Hidup meneladani Kristus berarti kita harus memiliki arah hati sama yakni menyenangkan hati Tuhan, memiliki kebenaran yang sama yakni Firman Allah, memiliki kasih yang sama, yaitu kasih Allah.. Sehingga apapun yang kini kita hadapi mungkin karena sudah PHK, ada yang dirumahkan, ada yang usahanya macat, harus memulai usaha/ pekerjaan baru, ada yang bergumul tentang  keturunan, ada yang lama sakit, ada yang menghadapi pergumulan rumah tangga, semua itu bisa membuat kita kuatir bahkan takut. Firman Tuhan hari ini menguatkan kita bahwa, dasar iman, dan tujuan hidup kita hanyalah menyenangkan hati Tuhan. Walau kini diijinkan terjadi, adalah cara Tuhan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik, sebab Allah selalu ada dan sedang bersama, serta terus memelihara kita. Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu Tuhan, hanya itu kerinduanku.


Mari Berdoa: 
Salam sukacita dan salam sehat. TYM

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini