Renungan Jumat Tgl 15 Mei 2020
Syalom ….mejuah-juah….. selamat
pagi.
Hari yang baru…. hari yang memberi
sukacita dan kemurahan Tuhan
Matius
5:7.
Berbahagialah
orang yang murah hatinya karena mereka
akan beroleh kemurahan
Murah hati
berarti suka memberi, suka berbagi, peduli. Dalam bahasa Junani Eleos: berbelas kasihan. Artinya
kemurahan hati menyangkut aspek
kehidupan dalam perbuatan, sikap, perilaku atau bentuk hati yang lahir
oleh iman dari Tuhan. Sikap ini sangat kontras dengan gaya hidup
banyak orang, yang cenderung untuk menghakimi daripada mengerti dan mengasihi. Pada
waktu menghakimi pun, kita seringkali tidak adil. Kita
juga kadangkala membanggakan pembalasan kita kepada orang lain yang berbuat
salah kepada kita, padahal orang yang berbelas kasihan cenderung melepaskan
pengampunan. Berbelas kasihan tidak mempuyai syarat, sehingga kasih Allahlah
yang menjadi warna dalam melakukan tindakan itu. Contoh Mat 18:23-33 Tentang
hamba yang punya hutang 10 ribu talenta sudah dibebaskan dari hutangnya karena
belas kasihan sang raja. Sang raja tidak memberi persyaratan apapun. Tatkala
hamba itu tidak mau melakukan hal yang sama kepada temannya yang berhutang jauh
lebih kecil daripada hutangnya dahulu kepada raja, orang itu menunjukkan
dirinya sebagai orang yang tidak menghargai belas kasihan raja. Ia pantas untuk
dihukum karena ia tidak memahami maupun menghargai belas kasihan ilahi.
Mengapa kita harus murah hati? Karena Bapa kita di sorga juga bermurah hati (Luk 6:36). Bukti nyata adalah Ia rela memberikan Putera-Nya Yesus Kristus untuk mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia, yang oleh-Nya kita diselamatkan. Karena itulah kekeristenan itu identik dengan kasih dan buktinya adalah murah hati. Alkitab menyatakan, "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah 20:35 kebahagiaan hanya ada dalam diri orang yang suka memberi. Saat memberi atau menabur, harus ada yang dikorbankan dan itu mungkin terasa sangat berat bagi kita, tapi percayalah bahwa Tuhan tidak pernah tertidur, Dia melihat apa yang telah kita perbuat untuk-Nya dan juga bagi sesama.
Kemurahan hati lebih mengarahkan
kepada sikap hati, artinya tidaklah
pernah tergantung dari ada atau berapa jumlah harta yang kita miliki. Ketika
kemurahan mewarnai sikap hati kita, kita akan rela memberi dengan sukacita
tanpa peduli apapun keadaan kita saat ini. Tuhan berfirman: “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak
mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh 4:8). Maukah saudara meneladani Yesus Kristus
yang mau merendahkan diriNya, dan terus mencari orang berdosa serta menunjukkan
belas kasihan kepada mereka dan bagi semua orang?. Allah memberkati hidup kita
agar mampu juga menjadi berkat bagi orang lain. Mari kita nyatakan sebab kemurahan Tuhan lebih dari hidup.
Kita berdoa
Salam sejahtra dan salam sehat. TYM
Terima kasih utk hambaNya yg sudah menaburkan Firman Tuhan pada pagi ini..Kiranya Kasih itu selalu ada dalam kehidupan kita pribadi lepas pribadi dan kita dapat melakukan utk kemuliaan Tuhan...Haleluya..
BalasHapus