Renungan Jumat tgl 22Mei 2020
Syalom ….mejuah-juah….. selamat
pagi.
Hari yang baru….
hari yang baik penuh sukacita
Mazmur 1:1-3
Berbahagialah
orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di
jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang
kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang
merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi
aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu
daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Ayat
ini memberi sebuah kunci mengenai kehidupan yang berbahagia dan penuh dengan keberhasilan,
yang didambakan manusia sekaligus yang Tuhan inginkan
untuk kita miliki, yakni: tidak berjalan menurut orang fasik, tidak
berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk dalam
kumpulan pencemooh. Di
dunia ini masih banyak orang-orang bertipe seperti itu. Kemanapun kita pergi dengana mudah bertemu dengan ketiga
jenis ini. Yang sulit justru menemukan orang-orang yang menunjukkan sikap atau
cara hidup yang baik. Bagian hidup yang seharusnya mendasarkan
hidup orang percaya adalah:
kesukaannya ialah Taurat Tuhan
dan merenungkan Taurat itu siang dan malam. Kita menjadi pelaku Firman dan teraplikasi secara nyata, maka firman Tuhan terus hidup dan membiasakan diri untuk merenungkannya
siang dan malam. Kita tidak
cukup hanya baca dan baca tetapi harus menjadi
dasar dan pedoman dalam kehidupan kita setiap hari.
Maka hasilnya adalah: seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air." Bayangkan layaknya pohon, orang yang dekat dengan sumber mata air kehidupan akan: menghasilkan buahnya pada musimnya, tidak layu daunnya dan apa saja yang diperbuatnya berhasil. Orang-orang yang mengaplikasikan Firman Tuhan akan menghasilkan buah-buah dalam hidupnya, tidak akan pernah layu alias terus hidup disertai kebahagiaan, damai sejahtera dan sukacita, bukan kekecewaan atau kepahitan, dan dengan jelas ayat ini mengatakan bahwa apapun yang diperbuat akan membawa hasil yang baik, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun memberkati orang lain
Ingatlah bahwa "iman timbul dari pendengaran, dan
pendengaran oleh firman Kristus." (Rom 10:17), lantas ingat pula bahwa
iman harus disertai dengan perbuatan karena iman tanpa perbuatan adalah iman
yang mati (Yak 2:20, 26 Orang-orang yang berbahagia
dan berhasil, terus mendasari langkahnya sesuai dengan ketetapan Tuhan, maka kita akan mengalami
sebuah kehidupan yang berbeda dari apa yang selama ini dipercaya oleh dunia ini. Mungkin dalam menjalani
kehidupan ini, banyak persoalan dan pergumulan yang harus kita hadapi, disanalah kita mampu menunjukkan bahwa kita
adalah orang yang berbeda sebab mampu membuktikan janji Allah, dan tangguh
dalam setiap keadaan. Karena itu katakan: Ya Tuhan bimbing aku dijalanku
sehingga ku selalu bersamu. Engganlah aku melangkah setapakpun, pabila Kau tak ada disampingku.
Komentar
Posting Komentar