Renungan, Selasa tgl 19 Mei 2020


Syalom ….mejuah-juah….. selamat pagi.  
Hari yang baru…. hari yang indah dan memberi sukacita.

 Matius 5:10
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  

Prinsip Kerajaan Allah tidak pernah berubah, yaitu sama dengan Kristus, akan menderita aniaya.(2 Tim 3:12). Kesetiaan kepada Kristus, standart adalah kebenaran, meliputi ketetapan hati. Kebenaran  dalam bahasa Junani Alithea :kebenaran sejati, kesalehan. Ketika hal ini ditegakkan maka orang-orang  setia akan kehilangan hak, diejek, dan dianiaya sebab  kesalehan ditolak oleh orang banyak. Jelas bahwa penganiayaan akan menimpa semua orang yang berusaha untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan demi kebenaran.  Orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran adalah orang yang melakukan kebenaran Firman Tuhan, dicela, di musuhi, yang merupakan penganiayaan, karena dianggap menentang dan merugikan orang yang hidup tidak benar. Oleh karena itu sekalipun menghadapi aniaya, orang percaya harus mempertahankan hidup yang sesuai dengan standart kebenaran, keadilan, dan kesucian, yang pada saat bersamaan ia tidak mau berkompromi dengan gaya hidup yang tidak sesuai Firman Tuhan.

Dalam Filipi 1 : 29:  mengikut Kristus bukan saja untuk percaya kepada Kristus melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Murid-murid Tuhan Yesus mengalami penderitaan karena memegang kebenaran. Tomas, yang ditusuk oleh tombak di India ketika mengabarkan injil, Yohanes yang digoreng dalam kuali dan dibuang ke Pulau Patmos, Yohanes Pembabtis yang dipancung kepalanya karena menegur Raja Herodes yang berzinah, dsb. Ketika  pengikut Kristus mengalami penderitaan oleh karena kebenaran, Allah tidak tinggal diam justru tetap memberikan kuasa, sukacita dan berkat, sehingga mereka tetap berbahagia.  Mengapa demikian? Karena penderitaan dipakai Tuhan mengetahui sejauh mana kesetiaan imannya, ketangguhan pengharapannya dalam penderitaan Kristus, serta kekuatan imannya menyaksikan kebaikan Kristus kepada setiap orang.  

  Saat kita lahir baru dan bertumbuh dalam Tuhan, karakter lama kita diubah menjadi seperti karakter Kristus. Jadi benih kesetiaan itu sudah ada di dalam diri kita. Bertumbuhlah subur dalam buah Roh, sebab kesetiaan sangat berharga di mata Tuhan. Dia mencari orang yang memiliki karakter setia, karena mereka inilah yang dapat dipercaya dan dipakai Tuhan untuk melakukan perkara-perkara yang besar. Karena itu bersukacita dalam segala hal. Memang, hal itu tidaklah mudah, tetapi Tuhan pasti menolong dan setia dalam janjiNya. Walaupun sekali jalan yang kita lalui saat ini tidak rata,  Tuhan tetap menyertai dan menolong kita. Walau Badai dan gelombang menerpa tapi Yesus engkau juru mudiku, ku tak akan tenggelam, ku tak akan goyah, Yesus penopang hidupku. 

Mari Berdoa 
Salam bahagia dalam Tuhan.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini