Renungan Senen Tgl 11 Mei 2020


Syalom ….mejuah-juah….. selamat pagi.  
Hari yang baru…. hari yang membawa berkat  

 Matius 5:3
Berbahagialah Orang Yang Miskin Di Hadapan Allah

         Pengajaran yang Yesus sampaikan dalam Matius 5-7 disebut juga dengan Khotbah di Bukit yang sampaikan kepada murid-muridnya dan orang-orang yang mengikuti-Nya pada waktu itu yaitu pengajaran tentang kebahagiaan. Yesus mengaitkan “kebahagiaan” dengan “kemiskinan.” Ini adalah hal  yang sangat sulit untuk dipahami karena pada umumnya kebahagiaan berkaitan dengan kekayaan. Namun, apakah kekayaan bisa memberi jaminan terhadap kebahagiaan? Atau sebaliknya, apakah kemiskinan bisa menjamin kebahagiaan?  Berbahagia (Yunani) Makarios kata ini lebih tepat diterjemahkan “diberkatilah.” Kebahagiaan tidak dapat dilepaskan dari Allah. sebab sumbernya hanya satu yaitu dari Dia sendiri. Jadi seseorang yang ingin mendapatkan kebahagiaan atau berkat, maka ia harus memiliki relasi yang benar dengan Allah.
.
         Miskin (Yunani) Ptochos artinya sama sekali tidak punya apa-apa atau melarat.” Dan dia hidup,  hanya bergantung dari belas kasihan orang.  Yesus menyatakan bahwa orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang yang betul-betul tidak memiliki apa-apa dan hidupnya sangat bergantung pada pertolongan Allah Contoh, Lukas 18 tentang perumpamaan Pemungut cukai, berdoa di Bait Allah Dia menyadari ketidak-layakannya, sehingga ia mengaku sebagai orang berdosa dan memohon pengampunan.  Memang mengakui diri sebagai orang yang salah, berdosa dan gagal adalah tindakan yang memalukan, namun, pengakuan merupakan langkah awal untuk suatu pemulihan menjadi baru.

Dengan pandemi covid-19, benar-benar kita berhadapan dengan ancaman terhadap kehidupan sebab sudah ada yang usahanya ditutup, ada yang pekerjaannya harus terhenti, ada yang di PHK, atau dirumahkan sementara, ada yang telah menjadi korban, baik yang meninggal maupun yang masih dirawat, kita harus tetap tinggal di rumah, keluar rumah keadaan tidak aman. Keadaan ini menyadarkan bahwa, saat ini kita menjadi orang-orang yang miskin dihadapan Allah, sebab harus selalu bergantung dalam pemeliharan Tuhan. Kebahagiaan orang percaya tidak dipengaruhi oleh keadaan dari luar dirinya seperti, harta, kekuasaan,  tapi bersumber dari dalam dirinya atas pengenalannya terhadap kebesaran Tuhan. Orang-orang seperti ini hidupnya boleh saja tertekan, dihina, dilecehkan bahkan miskin secara materi, namun ia tetap berbahagia karena hidupnya terus dipelihara dan oleh Tuhan. Jadi orang yang diberkati adalah ketika ada kesadaran ketidak layakan untuk berdiri di hadapan Allah, dan hanya memohon pada belas kasihan Tuhan .Sehingga ia mampu berkata: Tenanglah kini hatiku sebab Tuhanlah yang membimbingku dan tanganku dipegang teguh. 

Mari Berdoa: 
Salam damai dan salam sehat. TYM.

Komentar

  1. Ya renunganNya yg ditaburkan pagi ini Pdt...Kiranya kasih Tuhan senantiasa melingkupi kita haleluya..Amin.

    BalasHapus
  2. Selamat pagi Pdt. Salam sehat penuh kasih, terimakasih renungannya hari ini Tuhan Memberkati. Amin.

    BalasHapus
  3. Shaloom Selamat pagi, trimakasih Pdt Maslon Ginting

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini