Renungan Senen Tgl 18 Mei 2020
Syalom ….mejuah-juah….. selamat
pagi.
Hari yang baru…. hari yang penuh
sukaacita
Matius 5:9
Berbahagialah
orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Dalam bahasa Ibrani damai adalah shalom yang berarti:
keserasian, keutuhan, kebaikan, kesejahteraan dan keberhasilan. Sumber damai itu sendiri adalah dari Allah sebab
segala sesuatu adalah milik Allah. (Rom 15:33). Berbahagialah
orang-orang yang bertindak secara aktif untuk melakukan perdamaian sehingga
orang lain dapat merasakan dan menikmati kebaikan Tuhan. Di dalam kehidupan sehari-hari
masih ada orang-orang yang hidupnya suka menjadi biang kerok, perusuh bahkan
menjadi alat iblis. Tetapi sebagai anak-anak Tuhan dalam perbuatannya,
perkataannya mampu menghilangkan kesusahan, mampu menjadi jembatan perdamaian, mampu memberi kesejukan serta dapat memberi rasa manis dalam kepahitan hidup. Orang-orang seperti inilah yang dikatakan
sebagai anak-anak Allah.
Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena ketidaktaatannya, maka semuanya menjadi kacau, yang semula sempurna dalam
alam ciptaan (Kej 3:1-7). Dosa
mengacaukan kerukunan dan hidup damai-sejahtera. Dunia dan alam tidaklah bersahabat lagi,
demikian juga sesama manusia. Terjadi banyak
bencana, perubahan iklim, binatang menjadi takut kepada manusia, manusia dan
binatang sama-sama mengeluh. Iblis
merusak dan menghancurkan damai, maka pemulihan damai haruslah melalui penghancuran dan pembinasaan oleh Kristus dalam kematian dan kebangkitanNya, sehingga setiap
orang percaya diberi kuasa serta dijadikan sebagai anak-anakNya (Yoh 1:12).
Kalau kita sudah
diperdamaikan oleh Allah dalam Yesus Kristus, berarti harus belajar berdamai
dengan dirinnya, dengan demikian baru kita mampu berdamai dengan orang lain. Kasih
Allah yang hidup akan membawa damai dalam diri kita bersama-sama dengan orang
lain. Oleh karena itu janganlah mau dijadikan sebagai biang kerok terjadinya perpecahan
apalagi permusuhan, sebab Allah sangat membenci orang munafik apalagi jadi
orang sok tau dan pura-pura tau. Dalam situasi Covid ini, jadilah kita sebagai alat pembawa damai, baik dari ucapan, maupun melalui perbuatan. Pembawa
damai dibuktikan dalam tindakannya sehingga orang lain merasakan kasih Allah
dalam perbuatannya. Membawa damai berarti hidup dalam cinta dan kasih Allah
sebab cinta itu lemah lembut, sabar, sederhana, murah
hati, rela menderita. Katakanlah: ajarilah kami bahasa cinta-Mu agar kami dekat
pada-Mu.
Kita Berdoa:
Salam damai dan sukacita selalu. TYM
Komentar
Posting Komentar