Renungan Senen Tgl 25 Mei 2020


Syalom ….mejuah-juah….. selamat pagi.  
Hari yang baru…. hari yang baik penuh sukacita  

Jakobus 1:12-13
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
 
 Pencobaan dalam bahasa Ibrani bisa berkonotasi positif adalah ujian, sedangkan arti negatif adalah untuk menjatuhkan. Mencobai dalam pengertian negatif adalah sesuatu perangkap/ jeratan. Yakobus menasihati kita untuk tetap berbahagia sekalipun berada dalam pencobaan. Umumnya orang akan berbahagia bila ia dalam keadaan baik dan terbebas dari masalah dan kesulitan, bukan orang yang sedang dalam keadaan mengalami beban pergumulan.  Penting untuk dipahami, Yakobus tidak mengundang kita bergembira karena menderita, namun ketika ujian terjadi maka karakter iman akan menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kita menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.  

 Dengan demikianlah maka kita akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.  Berbahagialah artinya Tuhan sedang memusatkan perhatian-Nya dan merancang hal-hal yang besar atas hidup kita.  Karena itu tetaplah bersandar dan percaya penuh kepada kehendak dan rencana Tuhan, walau sekali kita sedang menghadapi berbagi pergumulan hidup, sebab  melalui pencobaan ini Tuhan sedang  'membersihkan'  kita seperti ranting-ranting yang bertunas, supaya dapat berbuah lebih lebat.  (Yoh 15:2).

Jadi, orang percaya itu tidak mungkin bertumbuh tanpa proses yang mewarnai perjalanan iman itu sendiri. Namun proses itu bisa disebut pasang-surut, tikung kiri kanan, jatuh-bangun, mengalami goncangan yang membuat orang tiba pada satu titik yang jelas untuk menemukan kesejatian, kekuatan, kemenangan. Demikianlah saat ini keadaan yang dihadapi, ada  yang kena PHK, usaha tutup, keadaan ekonomi tidak setabil, keluarga dan kesehaten terganggu, dsb. Yang jelas kuasa Tuhan tidak pernah habis, namun tetap baru dan terus mengasihi kita sampai saat ini.   Yang terpenting adalah dengan apa, dan dengan kekuatan siapa kita melewati setiap pencobaan itu. Lihatlah  Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia, saatnya kan tiba nanti kita lihat pelangi kasih-Nya. 

Mari Berdoa: 
Salam sejahtra dan Salam Sehat TYM.





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini