Renungan Jumat tgl 12 Juni 2020


Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang baik dan menyenangkan

Ratapan 3:24-25.
Tuhan adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

         Seorang ibu ditinggalkan suaminya. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap, kesehatannya melemah, dan harus membiayai dan menyekolahkan lima anak yang masih kecil. Hampir putus asa, ia mengaku kepada Tuhan bahwa ia sudah tidak sanggup lagi menjalani hidupnya dengan kondisi seperti itu. Pada akhirnya baru disadari bahwa Tuhan meneguhkan pengharapannya sehingga ia dikuatkan untuk berjuang terus dalam hidupnya. Pada akhirnya kelima anaknya lulus dari perguruan tinggi dan memiliki pekerjaan yang baik. Kitab Ratapan adalah kitab yang ditulis oleh Nabi Yeremia. Nabi ini hidup pada saat umat Tuhan di Yerusalem sedang mengalami kerusakan  moral. Hati Yeremia pilu dan pedih melihat kehancuran umat pilihan Allah beserta seluruh kekayaan dan kejayaannya. Bait Allah dihancurkan, barang-barang berharga dibawa pergi, dan banyak orang-orang cerdik dibawa sebagai tawanan. Yang ada hanyalah, kegersangan, dan kesengsaraan.

Orang yang beriman kepada Tuhan Yesus tidak perlu putus asa, karena mereka mampu melihat masalah sebagai suatu kekuatan dalam pengharapan.   Masalah pun tidak lagi menjadi hambatan, tetapi justru menjadi jalan untuk terwujudnya pengharapan. Tuhan tidak memberikan masalah di luar kemampuan kita. Tuhan itu baik bagi orang yang berharap kepada-Nya. Apa yang tidak kita pikirkan, Tuhan sediakan bagi kita (1Kor. 2:9).  Masalah boleh datang tetapi hal itu tidak akan membuat kita kehilangan segala-galanya, karena Tuhan yang dipercaya adalah sebagai harta kesayangan dan bagian yang tidak akan pernah bisa diambil oleh siapapun. Apapun yang membelenggu hidup ini, mari hadapi dengan berani bersama Tuhan dan alami kelepasan di dalam Tuhan yang menuntun ke dalam hidup kemenangan sehingga kita mampu berkata “Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.(Fil 4:13).

         Demikianlah sering terjadi dalam  keadaan hidup semua anak-anak Tuhan. Begitu banyak problema, kesulitan, penderitaan dan tekanan hidup yang membuat kita lemah dan menyerah. Seolah-olah tidak ada kekuatan untuk menjalaninya, sehingga tidak ada lagi semangat dan keceriaan di dalamnya. Daud dengan tepat memposisikan Tuhan atas dirinya, dan berkata: ”Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. (Mas 73:25-26). Jalan hidup tak selalu mulus dan aman sebab ada saatnya kita harus melewati jalan yang curam, licin dan terjal yang menakutkan,  namun janganlah takut dan jangan ragu, tetaplah berpengharapan di dalam kebenaran Tuhan. Katakanlah: Peganglah tanganku...oh peganglah, Peganglah tanganku, oh peganglah tanganku. Janganlah ku tersesat diperjalananku. 

Mari Berdoa: 
Salam sukacita bersama Tuhan. TYM.

Komentar

  1. Shalom... selamat pagi dan terimakasih Pak Pdt Maalon Ginting🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini