Renungan Kamis Tgl 11 Juni 2020
Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru……Hari yang baik dan menyenangkan
Kel 13:21-22
Tuhan
berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun
mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka,
sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan
itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa
itu.
Pernahkah kita berpikir: bagaimanakah
penyertaan Tuhan dalam hidup kita? Banyak orang berpikir: kalau Tuhan menyertai
maka semua akan baik, indah dan mulus selalu. Perjalanan umat Israel tidaklah
mudah. Melewati padang gurun selama empatpuluh tahun bukanlah masa-masa yang
mudah, namun disitu ditunjukkan kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya. Tuhan ada dalam setiap langkah
umat-Nya, sehingga mereka, dapat
berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada
siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu” Jelas bahwa Tuhan menyertai mereka. Tetapi apa yang terjadi dalam perjalanan
mereka selanjutnya? Sejumlah besar persolan yang harus mereka hadapi sampai menuju tanah pengharapan, dan dia tahu, dan menyadari hal itu.
Setelah orang Israel
keluar dari Mesir, Allah menuntun mereka melalui jalan yang berputar . Ada
jalan yang lebih pendek, tetapi akan menghadapkan mereka pada peperangan yang
belum siap dihadapi. Allah tahu
seandainya umat Israel dituntun dan dipimpin untuk mengikuti jalan yang pendek,
hasilnya mereka akan patah arang dan kehilangan semangat. Oleh karena itu,
Allah menuntun mereka melalui jalan yang berputar dan memilihkan rute
berdasarkan pengenalan-Nya atas kekuatan mereka. Ini penting untuk kita pahami,
bahwa: penyertaan Tuhan tak berarti jalan yang mulus dan halus, dalam segala
peristiwa, yang pasti adalah Tuhan menjaganya.
Mengakui penyertaan Tuhan
seharusnya membuat hidup ini menjadi berbeda dari biasanya. Karena setiap kali
melibatkan Tuhan dalam setiap gerak hidup maka kita harus berpikir ulang apakah yang dilakukan sesuai
dengan kehendak-Nya atau tidak. Mungkin ada kalanya kita berkomitmen untuk
melakukannya, namun terkadang kita tidak konsisten dengan komitmen tersebut
sehingga membuat kita jatuh dalam hal-hal yang tidak dikehendaki oleh Allah.
Dan saat itulah kita mulai merasakan bagaiman Roh Kudus dalam diri kita sebagai
orang percaya terus bekerja. Bagaimana dengan kita? Apakah dalam masalah yang
dihadapi masih tetap percaya kepada Tuhan? Yang jelas berbahagialah setiap
orang yang mempercayakan hidupnya dalam tangan Tuhan, sebab Tuhan akan
memeliharanya siang dan malam. Tiada yg mustahil bagi mu ya Allahku, jalanmu
tak terselami, kau buat aku terpesona, rancanganmu Tuhan rancangan damai sejahtera.
Mari Berdoa:
Salam sehat dan sukacita selalu.TYM
Komentar
Posting Komentar