Renungan Rabu tgl 10 Juni 2020
Mejuah-juah ……..
Selamat pagi
Hari yang
baru……Hari yang baik dan menyenangkan
2 Timotius 1:14
Peliharalah
harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang
tinggal di dalam kita.
Pondasi sebuah bangunan adalah bagian paling penting, namun tidak terlihat dari luar. Walaupun, tidak terlihat bukan berarti tidak bisa dirasakan keberadaannya. Pada saat gempa atau banjir besar terjadi, ketahanan suatu pondasi baru teruji. Bangunan yang tetap teguh dan lurus berdiri pasti didirikan di atas pondasi yang kukuh. Begitu pula pengajaran dalam keluarga, yang sehat dan kuat akan menolong mereka untuk tetap teguh berdiri di tengah hantaman kehidupan. Dalam nats hari ini ada dua tantangan serius yang dihadapi oleh Timotius yakni: penganiayaan dan kesesatan, dan keduanya saling berkaitan. Karena itu, Timotius sebelumnya sudah banyak belajar tentang Kebenaran Allah dan mempercayai apa yang difirmankan dari kitab suci.
Selain Lois dan Eunika, Timotius perlu terus meneladani gurunya Paulus,“Tetapi
engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku,
kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. ( 2 Tim 3:10) Paulus dibentuk Tuhan dari berbagai kesukaran,
penderitaan dan penolakan dalam pelayanan. Namun demikian Ia tidak mundur atau
meragukan Tuhan. Sebaliknya, tantangan yang harus dihadapi membuatnya semakin
bertekun dalam melayani, bahkan penjara pun tidak mampu menghentikan
pelayanannya. Ia menguatkan Timotius dalam menyikapi pekerjaan pelayanan dan memeliharanya secara bersama-sama di dalam persekutuan jemaat.
Hanya ada satu kunci untuk bangkit di tengah situasi sulit
yakni memegang ajaran yang benar serta menjaganya sebagai harta yang sangat
berharga dalam kehidupan. Tentu saja hal ini harus dilakukan dengan pertolongan
Roh Kudus. Roh akan membimbing kita dan mengilhamkan kebenaran Tuhan.
Masalahnya, sudahkah kita mampu berserah dengan sungguh-sungguh dan percaya bahwa Yesus adalah keselamatan sejati bagi kita? Tantangan, tekanan, dan
ancaman bahkan penderitaan selalu mengintai kita setiap saat, sebab saat lemah,
apalagi tertekan dan terbeban maka jalan melangkah kepada kesesatan sangat
terbuka lebar. Yang penting untuk direnungkan adalah bagaimana pondasi kekuatan
iman kita, apakah tetap kuat ataukah mudah rapuh. Karena itu tetaplah bertekun dan terus
memperlengkapi hidup dengan Firman Allah maka kuasa apapun tidak akan mampu menghentikan sukacita
dan berkat dari Tuhan untuk kita nikmati bersama. Sebab tak tersembunyi kuasa
Allah, tanganNya terbuka menunggulah, tak tersembunyi kuasa Allah.
Mari Berdoa:
Salam sejahtera dan salam damai. TYM.
Shalom... teeimakasih renungannya pak Pdt Maslon Ginting... YBU
BalasHapus