Renungan, Rabu Tgl 24 Juni 2020
Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang baik dan
menyenangkan
Masmur
34:18-20.
Apabila
orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka
dari segala kesesakannya. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati,
dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan
orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.
Saat menulis mazmur ini, Daut
dalam keadaan remuk redam dan hancur berkeping-keping, menyesali dosanya
terhadap perselingkuhannya dengan isteri Uria,
lalu ia pun datang kepada Tuhan.
"Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah
pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!" (Maz 51:3).
Inilah korban yang berkenan kepada Tuhan. Tak ada yang lebih berharga di mata Tuhan
kecuali hati yang hancur dan mau bertobat. Orang-orang yang patah, jiwa yang
remuk, hati yang benar-benar merindukan Tuhan adalah modal bagi Tuhan untuk
menjadikan mereka sebagai alat yang berguna bagi kemuliaanNya, karena hati yang
hancur dan penuh kerendahan hati adalah syarat yang penting untuk menghampiri
Tuhan. Dan doa yang dinaikkan selalu didengar dan dijawab oleh Tuhan, karena
itu jangan keraskan hatimu.
Sebelum menjadi bejana
yang indah dan berharga, tanah liat harus mengalami proses pembentukan yang
dikerjakan oleh seorang penjunan (tukang).
Tanah liat itu terlebih dahulu harus dihancurkan, dibuang
kerikil-kerikilnya, lalu diolah dan harus melewati proses pembakaran.. Setiap
anak Tuhan yang rindu dipakai sebagai alat kemuliaanNya tak luput dari proses
pembentukan. Dengan adanya saat hati
yang remuk dan hancur, serta memiliki rasa haus dan lapar akan Dia, itulah modal utama menggerakan hati Tuhan, bukan hati
yang penuh kesombongan dan kecongkakan, sebab
"Allah menentang orang yang congkak," (1 Pet5:5), dan Dia "...akan mematahkan kecongkakkan mereka
dengan segala daya upayanya ." (Yes
25:11b).
Masalah silih berganti
dan sebagian menyisakan luka dan sakit hati dalam hidup. Terkadang kita memberi
harapan terlalu tinggi pada manusia sehingga membuat kecewa saat harapan itu
tidak sesuai dengan kenyataan. Namun Tuhan sangat mengerti hati kita, atas
apa yang dirasakan. Bersujudlah di kaki-Nya, curahkan semuanya di hadapan Tuhan
dan biarkan Ia menyembuhkannya. “Ia
menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka (Maz.
147:3). Mungkin kita berkata, “Aku selalu mempunyai masalah, tapi ingat, mungkin
Tuhan sedang melakukan suatu pekerjaan dalam diri kita, atau sedang mengajar
dan mendidik kita, mendorong kita, membentuk kita. Karena itu berhentilah bertanya dan berpikir
negatif, sebab Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan, tetapi masa depan
yang penuh dengan harapan. Setialah dalam Tuhan jangan menyerah dan tetaplah semangat.
Mengiring-Mu seumur hidupku, masuk dalam rencana-Mu Bapa, Pikiranku,
kehendakku, kuserahkan pada-mu harapanku hanya di dalamMu, ku ‘kan teguh bersama-Mu
Tuhan, jadikanku bejana-Mu, untuk memuliakan-Mu
Mari Berdoa:
Salam sehat dan salam sukacita. TYM.
Komentar
Posting Komentar