Renungan Sabtu tgl 13 Juni 2020
Mejuah-juah
…….. Selamat pagi
Hari
yang baru…….Hari yang baik dan menyenangkan
Efesus 3:20-21.
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih
banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari
kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dia-lah kemuliaan di dalam jemaat dan di
dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya.
Dalam tradisi Yahudi di sinagog (rumah ibadah), sebuah doa
biasanya diakhiri dengan pemberian pujian kepada Allah. Dalam nats ini kita
melihat tentang kekuatan Allah yang sangat besar dan sempurna dalam Yesus
Kristus. Kepenuhan-Nya melimpah dalam diri orang percaya, sehingga ia tidak
tahan untuk tidak memberikan pujian kepada Allah. Walaupun Paulus sudah
memikirkan dengan matang apa saja yang diperlukan oleh jemaat, tetapi
Allah jauh melebihi dari apa yang dipikirkan oleh manusia. Dalam doanya Rasul
Paulus tidak minta kekayaan atau harta yang dilipat-gandakan, tetapi ia
mendoakan, supaya jemaat Efesus dapat melihat
Kuasa Allah, yang bekerja dalam diri orang percaya, dan memahami kesatuan
antara Kristus dan jemaat-Nya.
Yang penting bagi Rasul Paulus adalah ketika pandangan
tertuju kepada Kristus, maka perspektif kita juga akan berubah. Apa yang
menjadi prioritas di mata Tuhan akan menjadi prioritas di mata kita. Karena
tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, maka kita percaya bahwa ketika Yesus yang
datang ke dalam dunia, mati di kayu salib adalah satu-satunya Tuhan dan
Juruselamat bagi kita. Oleh karena itu ketika orang lain memberikan pertolongan
di tengah keputusasaan, kita menyadari seperti itulah kasih Kristus.Tatkala dikondisikan
untuk mengampuni dan menerima orang lain, kita sedang belajar mempraktekkan
kasih Kristus. Dari sanalah dapat kita sadari bahwa betapa susahnya berbagi,
dan betapa besarnya kasih Allah untuk kehidupan kita.
Salah satu sarana terbaik untuk memahami kasih Allah adalah Ketika
merawat keluarga dan anak-anak. Entah
berapa kali pengampunan diberikan, entah berapa tingginya nilai kesabaran yang
harus dimiliki. Terkadang di tengah situasi yang menjengkelkan dan mengecewakan
baik terhadap anak-anak, orang tua,
pekerjaan, kesehatan, namun tidak pernah kehilangan harapan. Bahkan untuk anak-anak yang tidak membanggakan
sekalipun, orang tua tetap mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya. Karena
itu,“Bersyukurlah atas apa yang kita miliki, maka akan berakhir dengan
memiliki lebih banyak. Jika kita berkonsentrasi pada apa yang tidak dimiliki, maka
kita tidak akan pernah memiliki cukup.( Oprah Winfrei ). Percayalah:
masih ada jalan terbuka untukku, masih ada jalan-Nya Tuhan, masih ada jalan
terbuka untukku, ku lihat kebesaran-MU.
Mari Berdoa:
Salam sukacita dan salam Sehat. TYM
Komentar
Posting Komentar