Renungan Sabtu Tgl 20 Juni 2020
Mejuah-juah
…….. Selamat pagi
Hari
yang baru…….Hari yang baik dan menyenangkan
Matius
11:28-30.
Marilah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah
lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang
itu enak dan beban-Ku pun ringan.
Firman ini adalah ajakan
atau undangan agar datang dan mau meletakkan beban , undangan untuk berserah
pada-Nya. Bagaimana caranya? Ya tentu harus memiliki keintiman dengan Tuhan
dan tetap hidup dalam kebenaran FirmanNya serta dengan sukacita berserah dalam
segala perkara yang terjadi. Berserah artinya kita tidak kuatir, tidak memikirkannya sampai jauh dan membuat stres, kita tidak akan menyimpan beban dalam
hati, percayakan pada Tuhan. Bagian kita yakni melakukan apa yang bisa dilakukan
dengan usaha, kemampuan terbaik kita, maka Tuhan akan memberi kelegaan. Kelegaan artinya: Ia akan akan memberi perhentian, kedamaian, dan Roh-Nya agar segala
pencobaan dan persoalan hidup dapat ditanggung dengan tuntunan dan kasih
karunia-Nya.
Yesus adalah penuh kasih
datang dengan kelemahlembutan dan kerendahhatian, dan Dialah satu-satunya yang
dapat memberi kelegaan kepada jiwa kita. Bila saat ini kita merasa hidup kacau,
merasa letih lesu dan berbeban berat,
maka datanglah atas undanganNya. Pikullah Kuk yang kupasang dan belajarlah
pada-Ku, ini adalah masallah harga yang
harus kita bayar. Tuhan melakukan bagiannya dengan memberi kelegaan dan bagian kita adalah memikul kuk-Nya, yaitu
mau membuang ego kita, membuang negatif thinking, membuang pembenaran diri ,
membuang kesombongan, membuang kekerasan hati , membuang semua karakter yang
tidak berkenan bagi Tuhan, hanya dengan cara itulah kita akan memperoleh
kelegaan. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi
nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan
dengan ucapan syukur (Fil 4:6-7).
Semangat zaman yang
bengkok saat ini, banyak mendorong orang untuk mengejar kehebatan. Semua
berlomba untuk menjadi yang terdepan dan meninggalkan orang-orang lain sejauh
mungkin. Prestasi yang spektakuler adalah dewa yang dipuja, namun semuanya itu
mendidik kita hidup dalam kerapuhan. Yesus telah memberi teladan bahwa proses
ini jelas tidak mudah, dan jatuh bangun menjadi bagian tak terpisahkan.
Walaupun demikian, kita tidak perlu berkecil hati, sebab Yesus memperhatikan
orang-orang yang gagal, dan setiap kali kita gagal, datanglah kepada-Nya untuk
dipulihkan dan disegarkan. Kita sering terganggu oleh kesibukan, oleh pekerjaan,
akhirnya gampang untuk marah, sering menyalahkan orang lain bahkan hati menjadi gelap. Tuhan adalah pribadi yang lemah
lembut, penuh kasih, yang mampu memberi ketenangan dan sukacita bagi kita. Katakanlah:Tuhan
berikanlah kuasaMu jadikan aku pelangiMu kelak kan dapat menerangi kegelapan
bumi. Tuhan peganglah tanganku ini mendaki bukit terjal janganlah diombang
ambingkan iman percaya ku.
Mari berdoa:
Salam damai oleh kasih Yesus Kristus.
Salam damai oleh kasih Yesus Kristus.
Komentar
Posting Komentar