Renungan Sabtu, Tgl 27 Juni 2020


Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang baik dan menyenangkan.

 Mazmur 71:17-18
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.  Juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.   

Berapa usia kita saat ini?  30 tahun? 50 tahun? 70 tahun? Atau lebih dari 80 tahun? Pernahkah dari usia kecil sampai dewasa hingga sekarang, Tuhan meninggalkan kita? Mungkin pada saat mengalami masalah berat kita merasa bahwa Tuhan seakan-akan telah meninggalkan kita, padahal Tuhan tetap setia dan tidak pernah jauh apalagi meninggalkan kita.  Pemazmur melihat keberadaan dirinya sebagai “tanda ajaib.”  Sebab mulai dari kandungan, anak-anak sampai masa tua, hidup manusia adalah tanda ajaib. Inilah yang menyebabkan pemazmur begitu bersyukur atas hari-hari hidupnya. Pemazmur sungguh-sungguh menyadari bahwa usianya yang senja justru adalah bukti bahwa ia memiliki Allah yang perkasa, yang perlindungan-Nya kokoh tak tertandingi.  Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa masa tua adalah salah satu bukti dari karunia perlindungan yang Tuhan berikan kepada umat-Nya.   

Memang tidak ada alasan untuk menolak menjadi tua, bahkan menjadi tua seharusnya menjadi kebanggaan.  Budaya Tiongkok menganggap usia tua sebagai lambang kebijaksanaa.  Budaya Yahudi  bahwa usia tua adalah sebagai wujud kematangan pikiran dan spiritual.  Lepas dari semua bentuk budaya tadi, masalah yang patut diperhatikan adalah bagaimana menikmati masa tua dengan penuh syukur. Oleh karena itu, sambil  menyadari bahwa masa tua adalah karunia Tuhan, marilah kita mengisi hari-hari senja ini dengan ucapan syukur kepada Tuhan.  Tidak ada yang lebih indah selain senantiasa mengucap syukur dari pada mengutuki diri yang semakin lemah, keriput, pikun dan mungkin menyusahkan banyak orang.  

           Tuhan sudah menyertai kita sejak kecil hingga sekarang, bukankah hal itu harus diberitakan kepada generasi kita, sehingga mereka pun dapat merasakan kasih setiaNya yang tidak pernah berkesudahan. Ada pepatah tiongkok: “jika kita ingin mendapat hasil untuk tiga bulan ke depan, maka tanamlah jagung; jika kita ingin mendapat hasil untuk 20 tahun ke depan, tanamlah pohon jati; tetapi jika kita ingin mendapat hasil untuk waktu yang kekal, maka tanamlah iman dalam Tuhan.”  Maksudnya adalah marilah kita meninggalkan warisan abadi bagi anak cucu kita.  Pada sebuah kaos ada tulisan: “kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.” Tulisan ini mengandung makna dalam yaitu hidup bahagia, sejak masa anak-anak sampai usia senja, tentu semuanya itu boleh terjadi oleh karena penyertaan dan kasihNya. Tuhan Kaulah pengharapanku ku percaya hanya kepada-Mu Yesus Kaulah perlindunganku Engkau yang slalu ku puji.


Mari berdoa: 
Salam sukacita oleh kebaikan Tuhan hari ini. TYM

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini