Renungan Selasa 30 Juni 2020


Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang baik dan menyenangkan

Yesaya 46:4
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Di zaman sekarang bukan perkara sulit untuk mencari orang pintar, hebat, baik, bertalenta, kaya, gagah, ganteng, cantik, berpengalaman, atau berpendidikan tinggi. Tetapi mencari orang benar dan yang setia tak semudah membalikkan telapak tangan, sebab manusia cenderung bersikap individualistis dan materialistis.   Kesetiaan bukan lagi diukur dari pengorbanan, melainkan disertai atas kepentingan tertentu. Kesetiaan Tuhan tak pernah berubah dan tak lekang oleh waktu!  "Tuhan setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya."  (Maz 145:13b).  Apa respons kita terhadap kesetiaan Tuhan?   Alkitab menegaskan bahwa orang yang setia dan bertahan sampai kesudahannya itulah yang beroleh mahkota kehidupan."  (Wahyu 2:10b).

Menjadi tua, tubuh lemah, bukanlah berarti berkat Tuhan pun ikut melemah. Tuhan tetap memberkati berapapun usia kita. Kita lihat Kaleb yang masih memiliki energi yang sama di usia tuanya meski kemungkinan besar secara fisik dia tidak lagi sekuat dahulu.  Pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk." (Yos 14:11). Kaleb bisa berkata demikian sebab ia benar-benar menyadari bagaimana Tuhan memelihara hidupnya sejak dulu hingga masa tuanya. Yang kita perlukan selalu adalah berjalan bersama Tuhan. Mengerti dan melakukan firmanNya, hidup kudus dan taat, tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, senantiasa bersyukur dan memuliakan namaNya, hidup dengan iman dan tetap percaya, maka Tuhan pun siap menggendong kita sekalipun rambut telah memutih.

Ada saatnya kita mulai merasakan menurunnya kemampuan dimakan usia, merasa risau ketika anak-anak sibuk dan seakan-akan melupakan kita. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan apalagi membiarkan kita habis dimakan usia, sebab kasihNya tidak pernah pudar. Kita masih diharapkan Tuhan untuk dipakai memberikan kesaksian betapa luar biasanya Tuhan yang selalu menepati janjiNya. Dia mau membuktikan bahwa kita masih bisa berbuah dengan suburnya meski usia tidak lagi dianggap produktif bagi dunia. Seperti pohon aras Libanon, seperti pohon korma, yang tidak pernah berhenti bertunas dan akan selalu tumbuh subur di pelataran Allah. Dia siap memberkati kita hingga masa tua, Dia siap untuk menggendong kita, menanggung, memikul dan menyelamatkan kita hingga seluruh rambut memutih sekalipun, karena Dia tetaplah Tuhan yang sama yang selalu mengasihi kita. Usia bertambah, tenaga berkurang tapi kasih Allah tetap sama  dan tak berkesudahan.


Mari Berdoa: 
Salam damai dan penuh sukacita. TYM.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini