Renungan Senen 08 Juni 2020
Senen 08 Juni
2020
Mejuah-juah ……..Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang
baik dan menyenangkan
Lukas 8:16-17
Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu
menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia
menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat
melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan
tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan
Pelita
sebenarnya adalah lampu minyak, sebuah piringan tanah liat kecil yang diberi minyak
zaitun dan sebuah sumbu. Terang yang dihasilkannya sangat lemah. Jika diletakkan
di bawah sebuah mangkuk atau perabot tertentu, maka lampu minyak ini tidak akan
memberikan penerangan. Pada umumnya diletakkan di atas kaki dian sehingga terangnya
memancar kesemua arah. Memang kebenaran itu bagaikan terang, kebenaran tidak dapat
disembunyikan apabila ingin kebenaran itu berguna. Seperti halnya ketika matahari di pagi hari, sinarnya membanjiri segala tempat
dan membawa keceriaan, kehangatan, dan keindahan pagi hari. Namun ironisnya justru kegelapanlah yang
sering menyelimuti kehidupan terang atau kebenaran itu. Sekarang justru kehidupan
orang percaya sering tergoda bahkan terbawa arus oleh kenikmatan dan kegelapan zaman, sehingga banyak mengalami kemerosotan moral.
Itulah sebabnya apa yang dikatakan oleh Yesus bahwa akan ada banyak yang
dipanggil tetapi hanya sedikit yang terpilih.
Orang
yang memiliki pelita adalah orang yang telah memiliki penuntun hidup yang jelas
dalam hidup ini. Ia akan menyandarkan pengharapannya kepada pelita itu,
manakala ia berjalan dalam kegelapan, terang pelita itulah yang menolongnya.
Dan apabila selama menjalani kehidupan di dunia ini ada angin kehidupan yang
mencoba mematikan cahaya pelita itu, maka orang Kristen tersebut harus menjaganya
tetap menyala agar ia tidak kehilangan penuntun sampai kerumah Bapa yang kekal.
Jadi, pelita dan orang yang membawa pelita sama-sama memiliki tugas yang
penting. Orang yang membawa pelita harus tetap memastikan pelitanya menyala dan
terlindung dari angin yang bisa memadamkan pelita. Sebab hanya dengan pelita
yang menyalalah orang dapat berjalan dengan jelas.
Sebagai
orang percaya, kita harus benar-benar membekali diri sehingga tidak mudah terombang-ambing
oleh ajaran sesat dan tantangan zaman. Dan teruslah melatih diri, membentuk karakter
yang bertumbuh sehingga kita mampu terus mengejar nilai-nilai kekekalan dalam hidup
ini. Sekalipun kita diperhadapkan dengan hidup yang semakin susah, keadaan yang
serba krisis, baik kesehatan, ekonomi, rumah tangga, tetapi oleh iman dan kasih
Tuhan kita semakin bersinar dalam terang Allah. Dan oleh terang itulah hidup kita
seperti sinar matahari di pagi hari,
mampu menyinari tujuan dan arah jalan dan membawa kita kepada kebenaran
yang sejati. Saat tiada jalan, hadapi persoalan, Yesus ada disana, dan
memberiku jawaban, hanya namaYesus, hanya namaYesus, hanya nama Yesus, berikanku
pengharapan, dan kepastian
Mari berdoa:
Salam sukacita dan salam sehat. TYM
Ya Pendeta renunganNya yg sudah ditabukan...kiranya Pdt dipakai Tuhan lebih heran lagi dan keluarga sehat sehat ..haleluya Gbu.
BalasHapus