Renungan Senen Tgl 29 Juni 2020.
Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang baik dan
menyenangkan.
Matius
4:19:
Yesus
berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala
manusia.
Hidup anak-anak Yahudi di
jaman PB, sejak kecil biasanya mengikuti sekolah yang diadakan para rabi hingga
usianya mencapai 13 tahun. Anak yang terpilih akan mengikuti sang rabi kemanapun
ia pergi, termasuk tempat tinggalnya. Bagaimana dengan anak yang tidak
terpilih? Tentunya mereka akan bekerja dengan membuka usaha perdagangan,
bekerja tukang kayu, peternak, nelayan dsb. Tapi menariknya, Yesus bukan mencari anak yang
terbaik, tetapi mencari dan memilih mereka yang telah ditolak oleh rabi
setempat. Yesus datang dan mengundang mereka dengan kata "Mari, ikutlah Aku." Kepada para nelayan yang sedang bekerja membersihkan jalanya, dipilih Yesus dan akan dijadikan
sebagai penjala manusia. Nelayan biasanya dipandang rendah pada waktu itu, tetapi justru bagi Yesus sangat
berbeda, maka ia memanggil Petrus dan Andreas, kemudian Yakobus dan Yohanes, dan merekapun langsung pergi mengikuti Yesus.
Semua murid yang terpilih
terus diajari oleh rabi dan taat atas semua printahnya, tetapi bagi Yesus panggilan
itu adalah mengajar murid-muridNya untuk melakukan sesuatu. Pemuridan yang
sejati dari Tuhan, tidak hanya belajar dengan memperdalam ilmu, tetapi dipanggil
untuk membuka hati akan kebenaran-kebenaran Allah. Artinya kita dipanggil untuk
menjadi sesuatu, dan untuk melakukan sesuatu. Hati yang tulus, taat dan
mengasihi Tuhan, adalah hati yang tergerak ketika melihat kebutuhan atau penderitaan orang lain di sekitar kita. Apa
yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang
tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti" (1 Kor
1:28). Artinya Tuhan ingin menyatakan bahwa siapapun dia,
semuanya sama berharganya di mata Tuhan yaitu mendapatkan kehormatan dan untuk menjadi
pengikut yang taat dan setia bagi Tuhan.
Kita sering lupa dan
tidak menyadari bahwa sesungguhnya pekerjaan atau profesi yang sedang kita
tekuni adalah sebuah ladang untuk melayani Tuhan, sebab pekerjaan atau profesi adalah juga panggilan. Oleh karena itu apa pun pekerjaan atau
profesi kita, dan di mana pun Tuhan menempatkan kita untuk bekerja dan
berkarya, biarlah keberadaan kita selalu menjadi berkat dan kesaksian bagi
orang lain .Misalnya, yang berprofesi di kesehatan, kamu akan Ku-jadikan
penyembuh luka batin orang lain, para
insinyur kamu akan Ku-jadikan pembangun orang-orang yang sudah sempat hancur
akibat banyak hal di masa lalu mereka." Berdagang, kamu akan Ku-jadikan
pelayan yang murah hati untuk memberi sukacita bagi semua orang yang hidup
dalam kekhawatiran, dsb. Ikutlah Yesus
sekarang juga, dan ijinkan Dia membentuk hidup kita. Bagaimana caranya? "Apapun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk
manusia." (Kol 3:23). Perubahan itu
menyakitkan, menyebabkan rasa tidak
aman, bingung, dan meresahkan, tetapi
orang yang menginginkan seperti sediakala, itulah mereka ingin hidup
yang mudah-mudah saja. (Richard Marcinko).
Yesus berkata mari ikutlah Aku, dan katakan: saya mau ikut Yesus sampai
selama-lamanya.
Mari Berdoa:
Salam sukacita dan salam sehat. TYM.
Shalom ... selamat pagi Pdt Maslon Ginting, GBU
BalasHapusHaleluya...tq Pdt renunganNya yg sdh ditaburkan Haleluya Gbu...
BalasHapus