Renungan 6 Juli 2020


Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh dengan kasih Tuhan.

 Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

 Manusia itu memiliki banyak keterbatasan,dalam menghadapi berbagai keadaan dan itu membuatnya tidak sanggup untuk menghadapi banyak pergumulan dalam hidupnya. Keterbatasan fisik, keterbatasan mental keterbatasan finansial: uang dan tabungan kita bisa habis dan ludes dalam sekejap. Keterbatasan logika: kita bisa stres dan galau, dsb. Kita pun tidak sanggup untuk memprediksikan hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Keterbatasan ini membuat kita menjadi takut, lemah, lelah, stres, bahkan tidak sanggup lagi untuk berdiri. Dan jika kita mau merenungkan perjalanan hidup kita, maka kita akan mengetahui bahwa bukan hanya masalah-masalah yang besar  justru masalah kecil saja pun bisa melemahkan diri kita. Masalahnya adalah bagaimana kita mampu merespon keterbatasan ini dengan kuasa Allah. Bagi Dia, tidak ada masalah yang terlalu besar yang tidak sanggup diselesaikanNya untuk kita.  Tidak ada waktu sedetik pun Allah meninggalkan kita. Tidak ada pemeliharaan yang sempurna selain yang dikerjakan oleh Allah. Tidak ada hikmat yang melampaui hikmat Allah dalam mengatur perjalanan hidup kita sampai masa depan.

Pada saat ini  banyak sekali gaya dan pengaruh duniawi yang di tawarkan, kemajuan teknologi dan informasi merupakan media penyebaran yang sangat cepat memicunya. Siapa yang tidak dapat mengendalikan diri akan cepat terhanyut dan tenggelam tetapi siapa yang siap menguasainya pasti akan maju. Dalam keluarga komunitas terkecil juga menjadi focus yang perlu di perhatikan karena riskan juga, sebab kebutuhan hidup di dunia semakin menghimpit. Istilah yang sering muncul “ jika kau lemah dengan dirimu, maka dunia ini akan semakin keras menghimpit mu”.Kehidupan keluarga yang semakin banyak tuntutan akan semakin mamaksa untuk menjadikan kita kehilangan arah, oleh karena itu janganlah menjadikan keputusan yang terjadi dapat menjadi batu sandungan bagi orang lain, justru kita membiarkanlah Tuhan bekerja, agar persoalan yang dihadapi mampu melewatinya. Jangan pernah meminta persoalan itu tidak datang kepada kita, tetapi mintalah kekuatan untuk bisa melewati semua persoalan yang sedang terjadi.

Berdoa memang hal yang terasa konyol bagi yang tidak memiliki keyakinan, tetapi biarkanlah iman kita yang bertindak, karena Dialah yang memampukan kita untuk melewatinya. Oleh karena itu, janganlah mengerasakan hati dan kemampuan kita sendiri, tetapi biarkanlah Tuhan sebagai sumber jawaban atas pergumulan kita. Jika kita bersedia membiarkan pintu hati terbuka  maka Tuhan selalu ada disana dan menolong  kita.  Sebagai layaknya manusia yang memiliki keterbatasan, kita semakin di sadarkan, bahwa kita memiliki Tuhan yang kaya dan besar akan anugerahNya. Dengan kata lain Allah tidak memiliki keterbatasan dari segala persoalan begitu juga dalam memberikan anugerahNya sehingga kita bersama-sama dengan Allah mampu melewati semua badai yang sedang kita hadapi.   Sebab segala perkaraku, kuserahkan pada-Mu, Allah pembelaku, segala kuatirku, kutaruh dikaki-Mu,  Allah pemiliharaku.


Mari Berdoa: 
Salam sukacita dan salam sehat. TYM. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini