Renungan Jumat 24 Juli 2020
Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh kasih
Tuhan
Mas 147:11
Tuhan senang kepada orang-orang yang takut
akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.
Pemazmur mengajak kita untuk
kembali melihat apa yang telah dilakukan Tuhan dalam hidup kita selama ini, sebagaimana
dalam konteks umat Israel bahwa Tuhan setia dengan janjiNya yang mengembalikan
umat Israel dari pembuangan Babel. Dengan menunjuk kemahakuasaan Tuhan atas
semua ciptaanNya, pemazmur mengingatkan bagi kita bahwa tidak ada yang lebih
berkuasa, daripada Allah, maka takutlah akan Tuhan dan berharaplah kepadaNya
agar kita diselamatkan. Dalam Maz 34: 7 dikatakan “Malaikat Tuhan berkemah di
sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka”. Pemazmur
mengajak untuk memuji Tuhan atas kebesaranNya,
bukan saja kerana Dia adalah pencipta, tetapi juga karena Tuhan tetap aktif berkarya dan memelihara yang diciptakanNya. Kesenangan
Tuhan adalah orang yang takut akan Tuhan dan yang berharap pada kasih setiaNya
Berangkat dari dasar
manusia di ciptakan untuk menjadi pemuji dan penyembah Tuhan maka manusia juga
harus sadar bahwa ia sendiri ciptakan segambar dengan diriNya. Jika manusia
memiliki hati yang peka pada setiap moment yang terjadi dalam setiap jalan hidupnya,
baik sedih maupun senang bahkan dalam
setiap musim kehidupan harus tetap melihat kuasa dan kemulian Tuhan.. Dalam perjalanan hidup mungkin banyak yang
terjadi tidak sesuai dengan harapan tetapi janganlah anggap itu sebagai suatu
beban, atau masalah yang besar, tetapi pandanglah itu sebagai tempat Tuhan untuk
menguji iman kita, baik dalam melayani Tuhan, maupun dalam pekerjaan sehari-hari
Jika pekerjaan yang dibangun itu tidak
tahan uji, maka kita akan menderita banyak kerugian, tetapi orang yang
memutuskan untuk bertahan dalam ujian ini,maka pasti akan banyak beruntung. Oleh sebab itu, jadikan masalah dan persoalan
sebagai bukti bahwa kita menaruh pengharapan kepada Tuhan.
Marilah menjalani
kehidupan ini untuk tetap takut dan setia kepada Tuhan, dan kita buktikan bagaimana
kesetiaan dalam menyediakan waktu dalam berkomunikasi dengan Tuhan, merenungkan
Firman-Nya, melayani Tuhan,serta
kesetiaan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan. Keselamatan itu bukan terletak pada allah
lain, kekuatan manusia, ramalan ahli-ahli filsapat. Sikap hidup yang takut akan Tuhan mengarahkan
kita tetap optimis menghadapi tantangan, sebab bukan pada
kekuatan manusia yang diandalkan, tetapi kuasa Tuhan yang selalu bekerja
memberi keselamatan dan hikmat kepada kita. Mari kita sama-sama tetap berharap dan berserah
kepada Tuhan serta tidak pernah berhenti untuk berharap, dan bekerja untuk
mewujudkannya. Sebagai manusia biasa bisa saja kita berkata banyak hal yang
tidak mungkin terjadi, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, seperti
firmanNya Matius 7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka
kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Pengharapan
yang disertai dengan iman dan penyerahan total akan menghasilkan banyak muzizat.
Mari Berdoa:
Salam sukacita dengan penuh kasih. TYM
Komentar
Posting Komentar