Renungan Jumat 31 Juli 2020
Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh dengan kebaikan Tuhan.
Masmur 121:4-5
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
Pada masa PL, orang Israel dari berbagai tempat akan melakukan ziarah ke Yerusalem, tiga kali dalam setahun untuk menyembah Tuhan pada hari raya besar seperti Paskah, hari raya Pondok Daun dan hari raya Pentakosta yang dirayakan sebagai hari raya Pesta Panen sebagai ucapan syukur kepada Allah. Di sepanjang perjalanan itu, tentu ada banyak bahaya: kekurangan air, tersesat, jatuh ke jurang, bertemu binatang buas, ataupun perampokan di tengah jalan. Karena itu, Mazmur 121 ini dinyanyikan untuk memberi penguatan kepada para peziarah tersebut. Pemahaman bahwa pertolongan datang dari Tuhan, memberi kekuatan yang sangat besar bagi para peziarah. Walaupun berbagai mara bahaya bisa saja terjadi disepanjang perjalanan, namun jika bersandar kepada Tuhan, mereka menjadi aman. Keyakinan orang-orang Israel tersebut sejalan dengan perkataan “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rm. 8:31b).
Dengan menyanyikan mazmur ini, para peziarah diingatkan akan pengembaraan nenek moyang mereka di padang gurun, dan Israel merupakan bangsa yang sangat kecil. Dalam perjalanan, mereka berhasil dan mampu mengalahkan bangsa-bangsa yang jauh lebih kuat. Itu semua membuktikan bahwa Tuhan adalah sumber kemenangan, bukan kekuatan mereka sendiri. Apakah penjagaan Tuhan yang sekuat ini akan selalu diberikan pada kita? Benar jika kita mengandalkan “Penjaga Israel.” Siapakah Israel? Di dalam Hos. 11:1:Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Ul. 32:18: Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau. Relasi antara Allah dengan Israel begitu intim, sehingga Dia menyebut Israel sebagai anak-anak-Nya, yang dilahirkan dan dibersarkan-Nya sendiri, dan itulah yang menjadi dasar bahwa Allah akan menyertai Israel sampai selama-lamanya.
Kalau kita mengerti penjagaan Tuhan yang seperti ini, maka kita akan mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk menghadapi kehidupan. Apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita tidak akan membuat kita putus asa. Walaupun dokter berkata penyakit tidak mungkin sembuh, tetapi harus diketahui bahwa kita punya dokter di atas segala dokter, dan kita tahu bahwa Tuhan tetap menjaga dan memelihara kita walaupun disaat sakit. Kita masih dapat mendoakan orang-orang, atau menghibur orang lain yang penyakitnya sama dengan kita. Itulah bentuk penjagaan Tuhan yang bagi manusia kelihatan mustahil. Kita harus bersandar pada Tuhan sebagai satu-satunya sumber pertolongan yang akan menjaga seluruh perjalanan hidup kita. Harus diketahui bahwa apapun yang akan Tuhan lakukan disepanjang hidup yang penuh ketidakpastian ini.tetap percaya akan pertolonganNya “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20b). Sebab ketika ku lemah Kau kuatkanku, ketika ku gagal Kau hiburku, ketika ku jatuh Kau angkatku Kau pulihkan jiwaku
Terima kasih Pdt utk RenunganNya...kiranya Pdt n keluarga senantiasa diberkati Tuhan haleluya.
BalasHapus