Renungan Kamis 09 Juli 2020
Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh kasih
Tuhan.
1 Petrus 5:7
Serahkanlah segala kekuatiranmu
kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Kamus Besar Bahasa
Indonesia mendefinisikan kata khawatir sebagai suatu kata sifat yang artinya
takut, gelisah, cemas, terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Selama
kita masih ada, rasanya akan selalu saja muncul perasaan khawatir tentang
banyak hal yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Pergumulan yang terjadi,
jawaban dari Tuhan yang kita rasa belum ditemukan biasanya menjadi penyebab
seseorang menjadi khawatir. Rasul Petrus memberikan pengharapan iman kepada
orang-orang percaya di perantauan di luar Israel, agar dapat memahami mengapa
mereka mengalami banyak pergumulan yang membuat mereka khawatir. Pergumulan
yang terjadi bukan hanya karena mereka berbeda dengan masyarakat, tetapi juga disebabkan oleh imannya. Khawatir Yunani
=merimnan/ merimnao artinya membagi pikirannya ke banyak cabang sehingga
fokusnya tidak lagi hanya kepada Tuhan tetapi kebanyak arah yang penuh
ketidakpastian.
Namun, satu hal yang
perlu kita garis bawahi, bahwa berpikiran negatif, cenderung tidak mau berbuat
apa-apa dan menyerah terus dalam keadaan yang terjadi sehingga tidak ada perubahan
di kehidupan kita. Kata berserah berarti turut dan mengikuti kehendak Tuhan
dalam hidupnya, percaya dan menyerahkan diri pada rencana dan pimpinan Tuhan,
berpikiran positif/optimis. Mempunyai semangat hidup yang tinggi, dan yakin
akan pemeliharaan Tuhan atas hidupnya. Kekhwatiran yang berlebihan dapat
mengakibatkan kehilangan akal pikiran sebab terus dihantui rasa kuatir dan
membuat kita tidak manpu berpikir secara jernih serta dapat membutakan mata
hati kita dan dapat terjerumus ke jalan yang salah.
Setiap hari kita
berhadapan dengan situasi yang tidak menentu. rencana-rencana dapat berubah
dalam sekejap karena faktor-faktor di luar kendali kita.. Tetapi saat itu
terjadi, Tuhan ingin kita tetap tenang, dan menghendaki bahwa Allah masih
memegang kendali hidup kita. Ketika suatu rencana gagal, maka Allah masih punya rencana lain
yang lebih baik dari pada yang direncanakan. Ketika memutuskan untuk tetap
merasa tenang bahkan dalam situasi paling mendesak pun, maka kita sedang
menyerahkan kemudi hidup pada Tuhan. Kita punya kesempatan untuk tenang, hidup
damai dan penuh sukacita, karena Tuhan yang lebih besar dari segalanya itu,
siap menerima semua ketakutan dan Dia tidaklah jauh dari kita. Dia sanggup
membuat kita berhasil, lepas dari segala permasalahan dan melimpahi kita dengan
berkat-berkatNya. Karena itu lepaskanlah semua kekhawatiran kita, teruslah
bertekun dalam keyakinan sebab Tuhanlah yang senantiasa memelihara kita. Katakan: Aku berserah,
aku berserah kepadaMu Juruslamat aku berserah
Mari Berdoa:
Salam sejahtera dan penuh sukacita. TYM
Amin pdt. Tuhan sllu memberkati kt
BalasHapus