Renungan Rabu 29 Juli 2020
Mejuah-juah
…….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh dengan
kebaikan Tuhan.
Rut
1:20:
Tetapi
ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara,
sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.
Ketika kembali ke
Betlehem Naomi menyebut “Allah yang hidup” dengan “Yang Mahakuasa”, menunjukkan
bahwa ia merasa terasing, dan menunjukkan bahwa kepercayaannya kepada Allah sudah
mengalami kesuraman. Begitulah kehidupan ketika manusia sedang dalam ketidak berdayaan sehingga tidak
sanggup mengubah keadaan yang melemahkan kita. Naomi artinya
manis, indah, namun karena telah mengalami goresan kehidupan ia meminta para wanita menyebutnya sebagai
Mara, artinya pahit. Sekalipun Kepercayaan mulai suram, namun ia tetap sadar akan Allah, bahwa “Yang Mahakuasa” akan
sanggup melakukan hal-hal yang besar. Naomi dengan lemah melangkah memulai sikap
yang tetap berpaut kepada Allah Israel (1:16-17) dan berlindung di bawah
sayap-Nya (2:12). Mereka percaya Allah tidak pernah berubah dan pasti
memelihara janji-Nya dengan kuasa-Nya. Kalaupun terjadi kelaparan, penderitaan
bahkan yang paling pilu, itu semua terjadi “di dalam” rencana-Nya.
Kesetiaan Tuhan terhadap janji-Nya
dapat mereka rasakan sekalipun sedang mengalami kemalangan besar. Ia dan
keluarganya menderita oleh bencana kelaparan dan terpaksa mengungsi ke Moab, kehilangan suaminya (1:3) dan kedua putranya.
Naomi merasa kemalangannya menunjukkan bahwa Allah tidak lagi berkenan
kepadanya, melainkan memusuhinya. Badai kelaparan telah
berlalu dan Allah menunjukkan kemurahan
hatiNya pada Naomi, dan kembali ke Betlehem bersama Rut menantunya. Rut tidak mau membiarkannya sendiri, ia
memilih untuk hidup di tengah-tengah bangsa Naomi dan yang paling penting ia
memilih Allah Naomi. Allah tetap setia memperhatikan umat-Nya, serta bekerja
melalui orang lain untuk menolong umat-Nya pada saat-saat mereka
memerlukan-Nya. Seperti halnya Naomi, orang percaya yang tetap setia kepada
Kristus, namun mengalami kesusahan besar, hal ini tidak berarti bahwa Allah
telah meninggalkan mereka atau sedang menghukum mereka, melainkan Dia setia
pada janji-Nya yang telah diucapkan atas seluruh umat-Nya.
Shaloom, terimakasih pak Pdt Maslon Ginting
BalasHapus