Renungan Sabtu, Tgl 04 Juli 2020
Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh dengan kasih
Tuhan.
2
Korintus 13:5
Ujilah
dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!
Apakah kamu tidak yakin akan dirimu bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu?
Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.
Paulus mengajak jemaat
Korintus untuk lebih banyak menyelidiki diri sendiri ketimbang menilai orang
lain. Sebab dengan menyelidiki diri sendiri kita dapat melihat pertumbuhan
rohani kita kepada Kristus. Saat seseorang berani menyelidiki diri sendiri,
berarti dia berani melihat kondisi hidupnya apa adanya, termasuk kelemahannya. Dengan mengetahui kekurangan, disitulah kita dapat
mengambil langkah untuk melakukan perbaikan. Dan hasilnya jelas, kita akan
lebih kuat, lebih tahan uji dibandingkan orang yang tidak pernah peduli
terhadap keselamatan dirinya.Yesus pun mengajarkan hal yang sama.
"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di
dalam matamu tidak engkau ketahui?" Karena
dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan
ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Mat 7:2-3).
Manusia memiliki kecenderungan
untuk merasa lebih baik untuk menilai orang lain daripada dirinya sendiri, hal
itu adalah cara hidup yang salah. Tuhan mau
membantu dalam menyelidiki hati kita, apakah kita masih menyimpan banyak
masalah atau tidak. "Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji
batin.." (Yer 17:10). Daud pun pernah meminta kepada Tuhan untuk menguji
dan memeriksa dirinya. "Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah
batinku dan hatiku." (Maz 26:2). "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah
hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku
serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (139:23-24). Agar menang terhadap ujian, marilah uji
diri kita, apakah kita benar-benar berdiri dalam iman yang sungguh kepada
Kristus. Tetapi syukur kepada Allah, justru dalam kelemahan kitalah kuasa Tuhan
menjadi sempurna. Bersandar pada kuasa Allah akan menghasilkan keteguhan dalam
menghadapi ujian apa pun.
Setiap saat kita diperhadapkan pada ujian,
termasuk menghadapi Covid-19 ini, yakni ujian tentang kesabaran, kesetiaan,
kejujuran, keteguhan hingga ujian iman. Terkadang ujian itu hadir tanpa kita
sadari. Mulai dari yang sederhana sampai yang berat, dalam relasi dengan
sesama, saat mendidik anak, hubungan suami istri, kesempatan untuk korupsi,
menderita penyakit berat, hingga diskriminasi dan penganiayaan. Terkadang kita
gagal menjalaninya, karena fokus kita tak lagi kepada Tuhan tetapi pada keadaan
dan melakukan dengan cara-cara dunia ini. Mari perbanyak waktu untuk melihat ke
dalam diri kita, sebab orang yang kerap memeriksa batinnya sama seperti seseorang yang rajin membersihkan
rumahnya dari debu dan sampah. T’lah
kulihat kebaikan-Mu yang tak pernah habis dihidup-ku, ku-berjuang
sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia
Mari Berdoa:
Salam sukacita dan salam sehat. TYM
Syal9om pak Pdt Maslon Ginting, Yuhan Yesus memberkati... Amin
BalasHapus