Renungan Sabtu Tgl 18 Juli 2020
Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh kasih
Tuhan.
Yeremia
31:33
Tetapi
beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,
demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan
menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka
akan menjadi umat-Ku.
Ketika janji Tuhan dengan
bangsa Israel, melalui sunat dan hukum
Taurat gagal dipertahankan, maka Tuhan mengambil inisiatif untuk mengubah hati
dan karakter umatNya. “Aku akan menaruh taurat-Ku, dan menuliskannya dalam hati
mereka”. Itu berarti Tuhan sendirilah yang bekerja dalam Roh menanamkan
Firman-Nya ke dalam hati mereka, sehingga mampu untuk taat kepada perintah-Nya.
Tuhan yang membuat firman itu berakar dalam hati setiap umatnya dan akan menjadi
darah daging dalam segala tindakannya. Perjanjian tersebut benar-benar memberi
jaminan sebagai pengampunan dosa-dosa Israel serta mempererat hubungan antara Allah dan umatNya. Demikianlah
Allah sangat menginginkan supaya mereka mengalami perubahan dan menerima
perjanjian yang baru yang Tuhan berikan sehingga mereka menjadi umat yang
percaya dan setia hanya kepada Tuhan saja.
Ayat
ini menegaskan bahwa hukum Taurat yang diturunkan di Sinai dan dipelihara serta
dipelajari dalam bentuk huruf-huruf tertulis, akan ditanam dan ditulis dalam
hati orang beriman. Dan mengajarkan suatu transformasi hidup akibat pertobatan
dan pengampunan yang Tuhan berikan kepada anak-anakNya. Hukum Taurat tidak lagi
hanya sebatas tertulis di loh batu, namu telah terukir di hati setiap umat
Tuhan, sehingga wujudnya menjadi nyata dari cara hidup umatNya setiap hari. Melalui
perjanjian baru inilah pengampunan Allah akan Israel akan menjadi sukacita bagi
segenap bangsa itu, sehingga pengenalan akan Tuhan semakin jelas. Jika mereka
telah mengenal Tuhan semenjak kecil, melalui janji Allah ini, maka mereka semakin
mengetahui bahwa Allah adalah Tuhan yang mampu membebaskan mereka dari segala
persoalan hidup.
Kita telah menerima
kegenapan janji Tuhan, yaitu keselamatan yang telah dianugerahkan melalui karya
Kristus di kayu salib oleh kebangkitan-Nya. Namun, kita justru sering sekali tidak
menghargai karya Tuhan karena masih menuruti keinginan daging dan masih sering
mendukakan hati Tuhan. Dosa membuat hidup jadi susah, tidak tenang, bahkan
tantangan datang silih berganti. Untuk
itu, mari kita terima kehidupan dalam iman
oleh kekuatan Firman Allah. Kita terus bersyukur atas pengampunan yang diberikan
Tuhan, sebab kita telah menerinma anugerah dalam kehidupan yang baru setiap
hari, beserta dengan berkat-berkatNya. Oleh sebab itu, kita patut menjalani
kehidupan ini dengan penuh ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, sebab: di hati
inilah rumahMu, di hati inilah baitMu dimana pun ku kan berada, sentiasa Kau
pun ada.
Salam sukacita dan salam sehat, TYM
Shaloom... selamat pagi dan terimakasih pak Pdt Maslon Ginting, YBU
BalasHapus