Renungan Sabtu Tgl 25 Juli 2020


Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh kasih Tuhan 

Masmur 26:3
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.    

Masmur ini, adalah doa ratapan atau keluhan yang ditujukan kepada Tuhan sebagai Allah yang berdaulat.    Pada waktu itu, Daud sedang memusatkan diri, sambil memohon supaya Allah memberikan keadilan kepadanya, sebab ia sangat memahami siapakah Allah, bukan hanya mengasihi orang yang tulus, tapi Allah itu juga adil. Alasan  Daud  untuk meminta keadilan Allah disebabkan ia dituduh melakukan banyak kesalahan dari orang-orang berdosa, munafik dan jahat dan tidak ada satu orangpun yang bisa membantunya kecuali Allah.  Hubungan ini sangat jelas di dalam pendahuluan Mazmur  “berilah keadilan kepadaku ya Tuhan”. Daud  mengungkapkan sikapnya terhadap Allah apa adanya. Allah digambarkan sebagai satu-satunya Pribadi yang bisa dan harus dapat menolong dengan memberi keadilan kepada peratap.   Artinya   Allah sebagai hakim Israel adalah sebagai pembela hamba-hamba yang benar, dan yang hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

 Daud menulis mazmur ini ketika ia dianiaya oleh Saul dan musuh-musuhnya, sehingga Daud merasa terancam bahkan dituduh sebagai orang fasik dan berbuat kejahatan. Dalam keadaan seperti ini, Daud meratap dan memohon, supaya Tuhan segera memberikan keadilan kepadanya karena dia percaya kepada Tuhan dan telah hidup dalam kesucian, dengan memusatkan hidupnya pada kasih setia  dan hidup dalam kebanaran-Nya.  Ayat renungan:mataku tertuju pada kasih setia-Mu” diartikan dengan kataintegritasku.” Pada waktu itu Daud mengalami ketidakadilan, karena dia dituduh sebagai orang yang tidak berintegritas, oleh karena itulah Daud meminta kepada Tuhan sebagai hakim yang adil yang sanggub menilai kebenaran yang sesungguhnya. Dengan Iman yang kokoh dan hidup dalam kesucian adalah syarat utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang datang dari manapun, namun setiap orang percaya harus berjalan dalam kehendak Allah dengan iman

Hampir mustahil untuk memahami kekudusan Tuhan. Kekudusan-Nya sering bertentangan dengan siapa kita dan apa yang kita tahu, dan hal itu membangkitkan berbagai perasaan, mulai dari rasa takut yang besar hingga rasa hormat yang mendalam.  Dalam kitab Mikha 6:6-8: Tuhan tidak mencari pria atau wanita yang sempurna; Tuhan tidak meminta kita membangun sebuah monumen yang besar bagi Dia. Tuhan mencari orang-orang yang mau menghormati Dia di dalam hatinya dan di dalam gaya hidupnya. Hidup dalam kebenaran Tuhan bukanlah menjadi alat, cara ataupun alasan untuk menuntut atau menerima sesuatu, seperti tanaman bonsai: kelihatan indah, cantik, namun kenyataannya pertumbuhan tanaman itu dipengaruhi oleh pemiliknya dan tanaman itu tetaplah kerdil. Tetapi hidup dalam kebenaran Tuhan sesungguhnya adalah karakter, jati diri, kepribadian orang percaya, tetap tumbuh subur pada setiap musim kehidupan. Sebab kita hidup dalam kebenaran oleh karena Tuhan Yesus telah hidup dalam diri kita yang menjadikan kebenaran itu jadi karakter sebagai pengikut Yesus.   

Mari Berdoa: 
Salam sukacita selalu. TYM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini