Renungan Selasa 28 Juli 2020
Mejuah-juah …….. Selamat
pagi
Hari yang baru…….Hari
yang penuh dengan kebaikan Tuhan
Masmur 23 :4
Sekalipun
aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau
besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Salah satu kebaikan Tuhan
dalam hidup Daud yang menarik perhatian adalah pengalamannya ketika berjalan dalam lembah kekelaman. Lembah
kekelaman yang dimaksud oleh Daud adalah tempat yang bernama En-gedi. "Lembah
kekelaman" (Ibrani=salmawet) artinya kegelapan. Tapi bagaimana dengan orang yang sedang
menjalani lembah kekelaman? Melalu ayat ini
Allah memberitahu kita bahwa tidak perlu takut hal jahat terjadi saat di
lembah, karena Dia yang menciptakan lembah, Dia yang mengijinkan kekelaman
datang, Dia yang mengizinkan kegelapan menyelimuti kita. Bila kita ada dalam
situasi seperti ini datanglah pada Tuhan dan izinkanlah Dia
"menggembalakan" kita dengan "gada-Nya." Ia akan
menghalaukan semua musuh, dan dengan "tongkat-Nya" Ia akan menuntun
kita di jalan yang benar kepada kelepasan dan pemulihan. Firman-Nya, "Sebab itu marilah kita
dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima
rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada
waktunya" (Ibrani 4:16).
Sampai kapan pun domba
yang digembalakan adalah domba yang lemah, gampang tersesat, dia tidak punya kekuatan menghadapi
bahaya dari serangan musuh. Selalu ada kecenderungan domba itu lari dari
gembalanya, memperlihatkan betapa sungguh kita perlu penyertaan Gembala. Domba
tidak punya alat bela diri untuk melindungi diri dari bahaya, maka gembala akan
menjaga domba-dombanya tanpa lengah, dengan jerih payah menjaganya dari ancaman
bahaya dan serangan musuh. Waktu domba
itu terpisah dari kawanannya dan tersesat, gembala akan mencarinya sampai dia
temukan. Pada siang hari gembala terus mengawasi kawanan dombanya, berjalan
mencari tempat dimana rumput yang segar dan baik; pada malam hari gembala tidak
tidur dan berjaga di antara kawanan dombanya, mengawasi kalau-kalau ada
serigala datang. Semua yang Tuhan kerjakan dan lakukan adalah anugerah
semata-mata, jerih payah dan jerih lelahNya tidak pernah berhenti dan
senantiasa menjadi perlindungan dan pemeliharaan yang tidak pernah berubah dan
berkurang.
Mungkin apa yang dialami
Daud adalah juga pengalaman hidup, dimana kita sering dikejar oleh masalah dan
tekanan hidup dari belakang, sementara tantangan yang belum jelas di depan
membuat kita kuatir dan putus pengharapan. Ketika tidur kita berharap akan bangun
di tempat dan suasana yang berbeda, jauh dari apa yang membebani hidup ini. Ketika
kita sedang melewati lembah kegelapan: beban kesehatan, pekerjaan, keadaan keluarga, kita percaya ada keindahan yang luar biasa kepada
orang-orang yang rela Tuhan pimpin berjalan di dalam proses itu dan merasakan bagaimana penyertaan Tuhan. Ketika Tuhan menggembalakan
kita pribadi lepas pribadi, maka IA-lah sumber hidup yang mencukupkan setiap
saat, termasuk ketika ada kabut tebal yang tidak terduga menutupi jalan hidup
kita. Ketika kita berada di tempat-tempat kegelapan maka harus yakin bahwa tangan-Nya ada di atas kita dan Dia
memastikan bahwa semua musuh-musuh akan dikalahkan. Teruslah berjalan dan tetap
bersandar kepada Tuhan, sebab Dia adalah Gembala kita yang baik dan setia.
Mari Berdoa:
Salam sukacita selalu. TYM
Shaloom, Terimakasih Pdt Maslon Ginting, YBU
BalasHapus