Renungan Selasa tgl 21 Juli 2020


Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh kasih Tuhan

Masmur 62:2-3.   
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Mazmur 62 ditulis oleh Daud pada masa-masa getirnya hidup, ketika Absalom ingin merebut kekuasaannya. Dalam pelarian ia merasa takut, dan pastinya sedih karena Absalom adalah putra Daud yang sangat ia sayangi.   Daud menggambarkan Allah sebagai gunung batu dan kota benteng, ia ingin mengatakan bahwa Allah adalah kekuatan dan tempatnya berlindung, yang pasti akan memberikan ketenangan. Itulah sebabnya mengapa Daud mengatakan bahwa hanya dekat Allah saja aku tenang. Sebab Dialah satu-satunya sumber ketenangan, perlindungan, dan kekuatan baginya. Daud bersaksi bahwa di tengah banyaknya orang yang ingin menggulingkan kekuasaannya, tetapi karena ia senantiasa percaya dan berlindung, maka Allah menyelamatkan jabatan mulianya sebagai raja. Karena itu Daud mengajak setiap orang yang memiliki persoalan dan pergumulan, hendaknya mencurahkan isi hatinya kepada Allah dan berlindung kepadaNya.

 Dalam sejarah hidupnya, mulai dari seorang penggembala hingga menjadi seorang raja atas Israel, kehidupan Daud diwarnai dengan hal-hal yang menakutkan, sehingga ia merasa tidak aman.  Saat menggembalakan domba ayahnya ia harus berhadapan dengan binatang buas yang berusaha menghabisi ternaknya. Dia juga pernah berhadapan dengan Goliat yang sangat ditakuti oleh kebanyakan orang saat itu. Daud juga pernah dikejar-kejar oleh Saul yang hendak membunuhnya, hidup Daud seperti berada di ujung tanduk.  Secara manusia ia kerapkali merasa takut dan kuatir, namun ia tetap tenang. Mengapa? Sebab Daud mengimani bahwa ketenangan sejati ketika mempercayai Allah sebagai sumber perlindungan dan keselamatan.

Bagaimana pemazmur dapat bersikap tenang dalam situasi yang mengerikan?  Rahasia hidup tenang ketika memiliki persekutuan rohani dengan Allah.  Gambaran tentang kekuatan dan perlindungan Tuhan dalam hidup pemazmur begitu nyata dan dialami langsung pemazmur berulang-ulang dalam hidupnya. Sama seperti Daud, kita pun pasti membutuhkan tempat untuk menyandarkan diri dan berlindung di kala diri kita memiliki masalah dan tidak sanggup untuk berdiri lagi. Namun, ketenangan sejati dan tempat bersandar serta berlindung tidaklah terletak pada hal-hal duniawi, seperti menggunakan pil-pil penenang yang dapat membuat kita merasa tenang, namun semuanya sesaat saja. Allah tidak pernah menjanjikan kehidupan akan berjalan mulus, namun Allah menjanjikan penyertaan, pengharapan, dan kekuatan.  Sebelum bertindak dan mengambil keputusan, mintalah hikmat dariTuhan, mintalah berkatNya agar kita tetap selamat. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.( 1 Pet 5;7)


Mari Berdoa: 
Salam sukacita dalam Tuhan. TYM

Komentar

Postingan populer dari blog ini