Renungan Senen 27 Juli 2020


Mejuah-juah …….. Selamat pagi
Hari yang baru…….Hari yang penuh kasih Tuhan
 
Masmur 103:13
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.”

Kata sayang berarti menunjukkan cinta dan belas kasih, yang memberi  sebuah gambaran tentang betapa dalamnya kasih Bapa Surgawi kepada anak-anak-Nya, dan juga mengingatkan akan anugerah luar biasa yang diterima ketika kita dapat memandang Allah dan berseru, “Ya Abba, ya Bapa” (Rm. 8:15).  Tuhan memposisikan diriNya bukan sebagai diktator yang absolut, kejam dan tidak punya perasaan, melainkan sebagai bapa yang sayang kepada anak-anakNya. Bapa duniawi yang baik tentu mengenal anak-anaknya dan tahu harus melakukan apa demi kebaikan anaknya, seperti itu pula Bapa yang tentu jauh lebih tahu dan mengenal betul masing-masing ciptaanNya.  Sehebat-hebatnya manusia,  kita ini hanyalah terbuat dari debu.   Tuhan mengenal kita, dan Dia sayang kepada kita seperti bapa yang sayang kepada anak-anaknya. 

Ketika Yesus turun ke dunia maka hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, dan Dia mengajarkan kita secara langsung untuk memanggil Tuhan sebagai Bapa. Hubungan antara Bapa dan kita anak-anakNya, diperbaharui secara penuh oleh Yesus, sebagai bukti nyata betapa besar kasih sayang Bapa kepada kita. Paulus mengatakan "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Rom 8:32).  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Mat 7:9-11). Dia tidak akan menunda apalagi berpelit kasih, dan Dia siap memberikan  selalu yang terbaik.

Ada kalanya seorang anak harus diperingatkan bahkan dihukum agar menyadari dan bisa belajar dari kesalahannya, kalaupun kita mendapatkan hajaran dan didikan dari Tuhan mungkin saja dirasa keras, semua itu pun tetap demi kebaikan kita juga.  Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya." (Ibr 12:11).   Jika bapa dunia yang notabene manusia juga seperti kita tahu apa yang terbaik bagi anak-anaknya, apalagi Bapa Surgawi senantiasa, dan percayakan segalanya ke dalam tanganNya, karena Dia sungguh mengasihi anak-anakNya.   Justru karena Tuhan masih memberikan kasih setiaNya, serta pengampunanNya yang begitu besar, maka kita pun seharusnya bersyukur kepada Tuhan dan membalasNya dengan cara hidup yang benar maka Ia akan memberikan yang terbaik kepada kita anak-anakNya.


Mari Berdoa: 
Salam sukacita oleh kasih. TYM.

Komentar

  1. Shaloom, selamat pagi... trmks renungannya pak Pdt Maslon Ginting.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini