Renungan Senen Tgl 13 Juli 2020
Mejuah-juah
…….. Selamat pagi
Hari
yang baru…….Hari yang penuh kasih Tuhan
Yesaya
44:8
Janganlah
gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan
Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain
dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang
lain, tidak ada Kukenal!"
Dalam keterpurukan di
pembuangan, Israel harus hidup ditengah-tengah penyembahan banyak berhala, namun Firman Tuhan menguatkan mereka bahwa tidak
ada ilah-ilah lain yang dapat menyelamatkan mereka selain dari Allah, tidak ada
sesuatu hal yang baik akan mereka dapatkan jika menjauh dari Allah. Namun kekawatiran dan ketakutan hidup
terkadang membuat banyak orang harus takluk kepada pekerjaan iblis untuk menyembah
hal-hal yang sia-sia, termasuk mengecilkan kekuatan Allah dan lebih meyakini
pekerjaan-pekerjaan iblis lebih hebat. Dalam 2 Kor 4:18 : Karena yang tidak
kelihatan itu kekal dan yang kelihatan itu sementara. Sebab dunia dan segala
isinya akan lenyap, hanya kasih Allah saja yang akan kekal sampai selamanya.“Janganlah
gentar dan janganlah takut” menjadi seruan keselamatan kita dari Tuhan sebab Dia
tidak pernah meninggalkan umatNya, justru kasihNya adalah kekal bahkan dengan
mengaruniakan anakNya yang tunggal, sehingga kita tidak lagi gentar dan takut
menjalani kehidupan sebab Allah terus beserta kita.
Tidak ada sesuatu yang ada di dunia ini yang mampu memimpin kita
kepada keselamatan yang kekal selain dari Allah. Sebab itu jangan pernah
menyerahkan keselamatan hidup kita kepada apapun yang ada dalam dunia ini
selain kepada Tuhan. Kalau Allah yang
merancang sedemikian rupa sehingga Ia memilih kita, mengapa kita tidak bersedia
untuk hidup dalam pimpinanNya? Pengalaman dalam pembentukan Allah yang sejati,
membuat Israel menyadari arti pentingnya kedudukan sebagai kepunyaan Tuhan.
Semua yang dialami Israel dalam hubungannya dengan Tuhannya itu menjadi dasar
bagi Israel untuk menyaksikan kesetiaan dan kuasa Tuhan bahwa Dia yang telah memanggil
mereka sebagai umatNya dan mau menjadi Tuhan bagi mereka, Dialah satu-satunya
Allah yang hidup dan terus-menerus setia memelihara umatNya.
Tuhan
sebagai pelindung Israel menggambarkan diri-Nya sebagai Gunung Batu yang
menjadi benteng pertahanan iman, sehingga tidak ada lagi alasan bagi bangsa itu
untuk takut dan gentar untuk menjadi saksi kebenaran Allah dimanapun mereka
berada. Dalam perjalanan kehidupan, tentunya juga kita pasti akan berhadapan dengan problematika
hidup yang silih berganti, namun sebagai anak-anak Tuhan kita juga harus tetap waspada sebab kita akan berhadapan dengan kondisi
hidup yang mendorong kita mengharapkan sesuatu yang kelihatan untuk lebih
mencintai tubuh yang akan lenyap dan akan melupakan Allah. Kita harus mampu melawan
segala bentuk-bentuk penyelesaian masalah dengan cara-cara yang menjauhkan kita
dari kuasa dan kekuatan Allah. Biarlah kita selalu memiliki keyakinan dan iman
yang teguh kepada Tuhan bahwa “Ada pelangi dibalik badai”. Kita tau bahwa jalan
hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat, namun kasih Tuhan nyata pada waktu
yang tepat. Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tebal, di
atasnyalah membusur p’langi kasih yang kekal.
Mari Berdoa:
Salam sejahtera dan salam Sukacita. TYM
Ami pdt. Tuhan Yesuslah sumber kekuatan kt
BalasHapus