Renungan Kamis tgl 06 Agust 2020
Selamat
pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, kiranya terus memelihara kita hari
ini.
Mari berdoa:
Masmur 100:5
Sebab Tuhan itu baik, Kasih setia-Nya untuk selama-lama-Nya, dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun”
Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang cenderung egois dan selalu mementingkan diri sendiri. Mengapa? Karena dalam segala hal, kita cenderung menginginkan selalu yang baik dari Tuhan. Hal itu memang manusiawi dan sah-sah saja, sebab siapakah menginginkan hal yang buruk dalam kehidupannya? Apabila hal yang baikpun yang diminta dari Tuhan, namun sering hal yang buruk terjadi dalam hidup kita. Ketika kita meminta agar Tuhan menjadikan kita kepala dan bukan ekor, namun sebaliknya karir pekerjaan kita masih biasa-biasa saja, apakah kita masih mengatakan bahwa Tuhan itu baik? Mungkin pada saat terjadinya hal yang buruk dalam kehidupan, kita masih dapat berkata bahwa Tuhan itu baik. Namun apabila masalah tersebut terjadi berkepanjangan dan berlarut-larut serta tidak tahu sampai kapan masalah tersebut akan selesai, masihkah kita mengatakan bahwa Tuhan itu baik?
Tuhan itu memang baik. Baik suka maupun duka, kita harus tetap mengatakan bahwa Tuhan itu baik. Ayub ketika mengalami suatu masalah yang bertubi-tubi dan berkepanjangan, dia tetap mengatakan Tuhan itu baik dan tidak pernah menista Tuhan. Pemazmur oleh Asaf juga mengatakan dalam suatu kesempatan bahwa sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Maz 73:17-18). Pada awalnya, Asaf kecewa kepada Tuhan karena cemburu melihat orang fasik dan orang yang tidak mengenal Tuhan seakan diberkati dan tidak ada sakit penyakit dan kesusahan yang mereka derita. Asaf baru menyadari bahwa orang fasik dan orang yang tidak mengenal Tuhan akan mengalami kebinasaan. Itulah sebabnya dia mengatakan bahwa Tuhan itu baik bagi orang yang tulus hatinya.
Kita baru tahu, bahwa masalah yang ada
dalam kehidupan ini adalah proses untuk
mengenal Tuhan lebih baik lagi sehingga kita dapat berkata bahwa Tuhan itu
baik. Oleh karena itu, ketika ada masalah, tetaplah bersekutu dengan Tuhan dan
biarkan Tuhan memegang dengan tangan kananNya sehingga kita masih dapat
mengatakan bahwa Tuhan itu baik (Maz 73:23). Tidak semua orang dapat merasakan
kebaikan dan kasih Tuhan apalagi Ketika mengalami suatu pergumulan yang membuat
kita tidak nyaman dan meragukan Tuhan. Namun percayalah bahwa Tuhan selalu
memberikan yang baik dan yang benar untuk diri kita meskipun hal itu kadang
terlihat tidak baik. Pasti ada rencana khusus yang Tuhan sedang persiapkan
untuk kita. Ingatlah bahwa Tuhan kita maha Kuasa dan ia sungguh B.A.I.K (
Benar, Adil, Ilahi, Kasih ).
Shaloom.. selamat pagi..., trmks Pdt Maslon Ginting.. YBU
BalasHapus