Renungan Rabu tgl 05 Agust 2020

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, kiranya terus memelihara kita hari ini.

Mari berdoa:    

Masmur 150:1-2 

Haleluya!  Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya!  Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya  yang kuat!  Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!

Orang Yahudi menyebut masmur ini Tehilim, yang berarti puji-pujian. Hal ini memperlihatkan bahwa dalam setiap ibadah mereka diawali dan diakhiri dengan pujian kepada Tuhan. Di dalam perikop telah kita lihat bahwa umat diajak memuji Tuhan melalui penggambaran Allah itu sendiri, yakni tempat maha kudusNya, cakrawalaNya yang kuat, keperkasaanNya dan kebesaranNya yang hebat.  Di sini pemazmur menempatkan dirinya bukan siapa-siapa dan hanya Tuhanlah yang pantas untuk mendapat pujian yang begitu luar biasa. Maksudnya, ajakan itu memberi pola pikir baru kepada kita agar memuji Tuhan tidak hanya sekedar memuji saja tetapi segala daya dan kemampuan yang ada dalam diri kita dapat kita gunakan memuji Tuhan. 

Memuji bukanlah sekedar dimaknai hanya diucapkan dengan mulut saja akan tetapi ada keyakinan terhadap objek yang kita puji itu. Artinya, bila memang objek yang kita puji itu adalah Tuhan maka dengan penuh keyakinan pulalah kita memuji-Nya. Memuji Tuhan adalah suatu penghargaan yang tulus kepada Tuhan, karena dianggap dan diyakini bahwa Tuhan yang dipercayai itu memiliki keunggulan atau kelebihan. Pujian tumbuh dari rasa syukur kepada Allah, yaitu ketika Allah turut mengambil bagian dalam problema kehidupan, maka pada saat itulah rasa syukur dan terima kasih tercipta melalui pujian. Rasa syukur itulah yang menjadi penggerak untuk memuji Allah, yang melibatkan pikiran yang yang tertuju kepada Allah kemudian diwujudkan dalam Tindakan.   

Pada saat menaikkan pujian dan penyembahan, berarti memberikan atau menyalurkan kuasa Allah dalam diri manusia dan dapat mengubah keadaan serta memberi dampak bagi: Pertama: Pada saat kita meninggikan nama Allah kuasa kegelapan dihancurkan.   Pada saat pujian dinaikkan kepada Allah, saat itu juga Allah berperang secara adikodrati melawan kuasa-kuasa kegelapan. Kedua: Pujian adalah salah satu cara dimana Allah menyatakan diri-Nya untuk dapat dikenal oleh umat-Nya  Dengan demikian melalui pujian  maka orang-orang percaya bertumbuh dalam kehidupan kekristenan dan bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Ketiga:.Pujian membuat seseorang rindu menjadi berkat bagi sesama. Ketika kita menyambut-Nya dalam pujian berarti mengizinkan Allah untuk berkuasa atas kehidupan kita, sehingga sifat-sifat Allah termanifestasikan dalam kehidupan orang-orang percaya.  Mari kita buktiakan iman dan pengharapan dalam nama Tuhan maka kuasa kegelapan akan ditaklukkan dalam diri kita dan hubungan kitapun semakin akrab sehingga buah iman akan menjadi nyata melalui tindakan berbagi kasih bagi orang lain. Yesus Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima pujian, hormat dan kuasa, sebab Kau t'lah ciptakan, segalanya. 

Mari berdoa: 
Salam sukacita dalam kebenaran. TYM


Komentar

  1. Shaloom.. Terpujilah Tuhan selamanya.. Amin
    Trimks Bpk Pdt Maslon Ginting, YBU

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini