Renungan Jumat, tgl 25 Sept 2020.

 

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus, Marilah berdoa.

Masmur 54:8

Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya Tuhan.  

Pemasmur menyatakan puji-pujian kepada Tuhan karena Dia telah melepaskannya dari kejahatan. Ini adalah ucapan syukur yang masih menantikan kepenuhannya yang sejati di dalam Kristus.   Pemazmur bersyukur  karena Allah membalikkan kejahatan kepada mereka yang membencinya  Tuhan menguji Daud dengan memberikan kesulitan demi kesulitan, tetapi pada waktu yang tepat Dia memberikan kelegaan. Ketika pasukan Daud telah terperangkap, pertolongan Tuhan datang tepat sebelum Daud dan pasukannya menjadi korban dari Saul. Inilah sebabnya ucapan syukur Daud di dalam Mazmur 54 begitu berlimpah-limpah. Dia menyadari betapa dekatnya dia dengan maut, tetapi Tuhan menolong dia. Pemazmur mengatakan bahwa korban persembahan dan segala hal yang berkait dengan ibadah kepada Allah dijalankannya dengan rela sebagai ucapan syukur bahwa Allah telah melepaskan dia dari segala kesesakan dan himpitan musuh-musuhnya.  

Pembentukan Tuhan begitu unik, tetapi dalam banyak hal begitu membuat kita ketakutan dan terjepit. Tetapi di tengah-tengah keadaan terjepit Tuhan memberikan kelegaan tepat pada waktunya.  Marilah kita belajar setia dan beriman di dalam apa pun pembentukan Tuhan di dalam hidup kita masing-masing.   Biarlah kita dibentuk sedemikian rupa sehingga seruan doa dan ucapan syukur kita mencerminkan kerohanian yang sungguh-sungguh teruji. Janji ini merupakan pengakuan sebelum Allah bertindak bahwa Allah pasti akan menyelamatkannya, sebab keyakinannya tidak dibatasi oleh dimensi waktu.. Ancaman apa pun dapat kita alami seperti ancaman intelektual, teologi, emosi, sosial, atau ekonomi. Jika ini yang terjadi hendaklah kita tetap seperti Daud yang tetap berorientasi kepada Allah dan kedaulatan-Nya sebab hanya Dialah penolong kita.

Karena kebesaran Tuhan maka Daut dengan bersukacita memberikan persembahan ucapan syukur dengan sungguh-sungguh dan terbaik yang berkenan kepada Tuhan. Karena itu  persiapkanlah apa yang baik sebagai tanda penghormatan kita kepada-Nya dan kerinduan dalam menyenangkan hati-Nya. Jika memberi lakukanlah dengan sukacita, janganlah tunggu sampai pada waktunya kita mampu memberi, dan jangan sampai menipu Tuhan dengan tidak memberi dengan mengatakan bahwa kita tidak mampu padahal sesungguhnya kita mampu hanya oleh karena sayang untuk dipersembahkan, hati-hati tabungan kita pasti defisit. Kita menghormati Allah seperti seorang anak menghormati bapanya dan seperti seorang hamba yang takut kepada tuannya. Memberi bukan karena memandang siapa  pemimpin gereja, tetapi kepada Allah yang hidup, raja di atas segala raja, yang berkuasa melimpahkan berkat dan rahmat-Nya kepada umat-Nya, maka berbuatlah dengan segenap hati.   

Mari Berdoa: 
Berbahagialah berjalan dalam kebenaran. TYM


Komentar

  1. Syaloom, trmks pak Pdt Maslon Ginting. Tuhan Yesus memberkati... Amin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini