Renungan Kamis 10 Sept 2020

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, Marilah berdoa: 

Masmur 26:1-2

Berilah keadilan kepadaku,   ya Tuhan, sebab aku telah hidup dalam ketulusan;  kepada Tuhan aku percaya dengan tidak ragu-ragu. Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.   

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang berhubungan dengan orang lain. Karena itu kita perlu kebenaran, perlu kekudusan Tuhan.  Pemasmur bukan hanya berkata “berilah aku keadilan”, tetapi nyatakanlah yang benar berarti memang bersikap secara benar. Daud dengan jujur dan rendah hati, menyatakan fakta yang sesungguhnya di hadapan Tuhan  apa yang ada di dalam hati dan yang menjadi sikap hati. Daut ingin mengatakan  dengan jujur “saya clear di hadapan Tuhan”.  Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah aku jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal. (Maz 139:23-24). Daut berkata: oh Tuhan, periksalah hatiku apakah aku mencintai yang Tuhan cintai. Dan periksalah hatiku apakah aku mempunyai sikap hati seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

    Kadang-kadang makin berat pergumulan untuk menjalankan  hidup di tengah-tengah kehidupan yang nampak gampang. Karena itu ujilah segala sesuatu meskipun Roh Kudus itu memberikan semangat pasti benar, tapi tidak semua semangat itu boleh diterima.. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.   Untuk bisa bertumbuh dan menjadi dewasa kita harus melewati ujian demi ujian: yakni ujian padang gurun, ujian motivasi, ujian integritas, ujian hati, ujian ketekunan, ujian waktu dsb.   Ujian memang tidak menyenangkan, tetapi itu sangat diperlukan, sebagaimana sebuah produk yang tidak akan pernah digunakan untuk dikonsumsi umum sebelum diuji terlebih dahulu. Setiap orang tentunya lebih suka tidak mengalami ujian atau lari menghindari proses ini, namun, Daud  justru berusaha agar hidupnya senantiasa menyenangkan hati Tuhan di segala keadaan.

Biasanya ujian-ujian itu datang ketika berada di titik-titik kritis, seperti melalui sebuah peristiwa dan bagaimana respon kita terhadap ujian akan menentukan apakah hal itu menjadi ‘kuburan’ bagi kita atau justru menjadi batu loncatan untuk lebih maju. Jadi ujian adalah teman, bukan musuh bagi kita orang percaya   Tuhan itu adalah Hakim yang adil dan melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia.   Ketika menghadapi tekanan hidup, kita tidak boleh membandingkannya dengan kebenaran yang telah kita lakukan, sebab jika hidup dalam kebenaran, maka kebenaran itu akan menuntun kita pada jalan yang benar. Demikian pula sebaliknya, jika kita hidup dalam kefasikan, maka kefasikan itu akan menuntun kita ke jalan yang sesat. Sebab itu harus meyakini bahwa jika saat ini kita menanam maka akan tiba saatnya menuai. Jika yang kita tanam adalah benih yang baik, maka saatnya kita akan menuai buah yang baik. Mari tanamlah yang baik dan benar dalam hal memberi dan berbagi, maka kitapun menuai kebaikan dan berkat yang baik pula.  

mari berdoa: 
Selamat berkarya dalam kebaikan.TYM


Komentar

  1. Shaloom .. Selamat pagi Pdt Maslon Ginting... Tuhan Yesus memberkati.... Amin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini