Renungan Kamis 24 Sept 2020
Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus, Marilah berdoa.
Jakobus 1:27
Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia
Ibadah sejati artinya :murni,tidak ada kepalsuan,tidak tercampur,tulus. Yakobus secara jelas menggunakan dua konteks yakni sikap murni dan tak bercacat serta konteks etika (mengunjungi) dan keduanya menyiratkan kesucian yang mutlak. Kesalehan seseorang bukan hanya diukur dari perilaku tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebab ibadah adalah keseluruhan hidup kita, sehingga tidak dicemarkan oleh dunia. Yakobus memandang “dunia” sebagai sebuah cara pikir yang menentang Allah. Dalam psl 4:4 Yakobus menegur mereka yang menjadi sahabat dunia, dalam arti mereka meletakkan hal-hal duniawi – materi dan pemuasan nafsu - sebagai prioritas hidupnya. Jadi, kata “dunia” di 1:27b lebih mengarah pada cara berpikir yang duniawi. Dengan demikian, orang-orang Kristen perlu mengalami pembaruan akal-budi supaya tidak menjadi serupa dengan dunia ini (Rm. 12:2).
Sebagaimana Kristus hidup demikianlah juga Gereja hidup. Yesus Kristus bukan hidup untuk diri-Nya sendiri tetapi juga untuk orang lain. Demikian juga orang Kristen telah menjadi warga Gereja atau tubuh Kristus, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama, Gereja harus melakukan pelayanan terhadap sesama anggota persekutuan dan terhadap orang lain di luar persekutuan. Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Gal. 6:2). Orang yang mau menolong orang lain adalah orang yang memiliki kasih; dan kasih itu bukan untuk diri sendiri, melainkan di luar dirinya yang membutuhkan kasih itu. Yesus berkata: Aku memberikan perintah baru kepadamu: yaitu supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikianlah kamu harus saling mengasihi.
Sebagai orang percaya, jangan teramat
bangga jika sudah
memberikan persembahan berupa
uang dan bahan logistik kepada
jemaat yang miskin
atau mendirikan posko pelayanan, tetapi lebih dari
itu, yakni membangun makna misi
yang utuh yaitu mewujudkan
manusia beribadah dan melayani dengan kasih. Untuk
itu, ibadah yang murni dan
sejati memiliki tendensi
pada beberapa dimensi kehidupan,
yaitu: mengasihi dan melayani sebagai
ibadah, sebagai upaya
untuk melestarikan lingkungan
hidup menciptakan perdamaian
dan persaudaraan dengan
sesama manusia. Mat 26:11 :
"Karena orang-orang miskin
selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu". Artinya sampai saat
ini kemiskinan tetap
ada bahkan angka
kemiskinan dari tahun
ke tahun menunjukkan
peningkatan yang tajam. Dengan
keadaan inilah Tuhan membangunkan iman kita untuk terus setia dalam ibadah
dengan bersukacita memberi persembahan dan setia untuk mengasihi. Apa arti ibadahmu bila hanya mengasihi diri
dan keluargamu? Mari bangkitlah dan melayanilah.
Mari Berdoa:
Bersukacitalah dalam segala kebaikan.TYM
Komentar
Posting Komentar