Renungan Kamis tgl 03 Sept 2020

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Yesus, kiranya terus memelihara kita hari ini.

Mari berdoa

1 Petrus 1:18-19

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Penyalipan di Golgota, darah Yesus dicurahkan untuk menebus dosa, karena kita adalah karya ciptaan-Nya yang paling mahal. Pandanglah diri kita seperti Tuhan memandang kita, yaitu berharga dan mulia. Hal itu penting karena ketika melihat diri sebagai ciptaan yang berharga dan mulia,maka kita akan memperlakukan diri dengan amat berharga dan mulia. Jika menyadari  besarnya pengorbanan Yesus di kayu salib, tentunya pasti kita akan menghargai kehidupan yang Tuhan sudah anugerahkan. Contoh:  orang tua kita mati-matian bekerja demi membiayai sekolah, bahkan rela pinjam uang sana sini sampai lulus, jika demikian apakah kita akan mengabaikan atau seenaknya bolos dari sekolah?  Tentunya tidak bahkan ikut banting tulang demi cita-cita bersama. Demikian juga dengan hidup kita, Dia sudah mengorbankan nyawa-Nya dan menanggung semua yang buruk agar dapat hidup dalam anugerah, maka hargailah kehidupan yang Tuhan sudah anugerahkan   

Seorang biolog dari Hongkong pernah meneliti tubuh manusia dan mengatakan bahwa dalam diri seorang manusia terdapat berbagai unsur bahan kimia seperti lemak, zat besi, fosfor, kapur, air, dengan jumlah yang nilainya dalam rupiah kira-kira sebesar data berikut: Lemak, yang hanya dapat dibuat sebatang lilin = Rp 500. Zat besi, yang hanya dapat dibuat 1 ons paku = Rp 300. Fosfor, yang hanya dapat dibuat sekotak korek api = Rp 500. Kapur, yang hanya untuk melabur sebuah kandang anjing = Rp 1.000. Air, yang dapat diperoleh secara gratis = Rp 0,00 Jika perhitungan ini benar, maka nilai seorang manusia hanya sekitar Rp2.300,00.  Apalagi jika mengingat bahwa manusia diciptakan dari debu tanah, maka semakin dihitung manusia ini makin tidak ada harganya. Motivator dunia menyatakan: Pakaianmu, jam tanganmu, sepatumu, hpmu ... menunjukkan nilaimu.

Akan tetapi, cara Tuhan menyatakan keberhargaan diri semua manusia, jelas amat berbeda dengan apa yang biasa dunia lakukan. Betapa malangnya orang Kristen yang merasa ditebus oleh darah Tuhan Yesus, pada hal mereka menolak menjadi anak-anak tebusan. Manusia dewasa ini sedang didokrin bahwa dunia ada dalam genggaman kita, sehingga secara sadar atau tidak sadar, kita mulai diseret untuk keluar dari dunia nyata dan beralih kepada dunia maya yang ada di dalam genggaman kita. Akibatnya, kita tidak lagi hidup bersosial ibaratnya, kita memang berdekatan, tetapi hati dan persekutuan menjadi sangat jauh. Hal ini merupakan wujud nyata dari kedegilan hati orang percaya yang menganggap bahwa kasih hanyalah sebuah slogan tanpa harus diwujudnyatakan. Biarlah  kebenaran firman Tuhan, mendorong kita hari ini untuk dapat mempertahankan kekudusan hidup,  mempraktekan kasih,  dan menyatakan iman  yang dilandasi dengan kasih baik kepada Allah maupun terhadap sesama.  

Mari Berdoa: 
Selamat berkarya dalam kebaikan. TYM

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini